Monthly Archives: September 2011

Rahasia Sukses dan Bahagia ala NLP

Tujuan hidup setiap manusia adalah melakukan transformasi atau perubahan dari keadaan sekarang menuju keadaan yang dinginkan, yaitu: menjadi SUKSES dan BAHAGIA. Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang tidak ingin sukses dan bahagia. Semua orang ingin sukses dan bahagia. Namun bagaimana caranya untuk mencapai kedua hal itu? Temukan jawabannya dalam artikel ini.

Ada 4 langkah sederhana yang ditawarkan oleh NLP untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup, yaitu:

1. OUTCOME

2. ACTION

3. SENSORY ACUITY

4. FLEXIBILITY

 

OUTCOME

Outcome merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang dan outcome adalah finish line yang hendak dituju. Apabila apa yang diinginkan tidak pernah terlintas dalam pikiran maka niscaya apa yang diinginkan tersebut tidak akan pernah tercapai. Dalam bahasa Indonesia kita mengenal kata “cita-cita” (impian). Kata ini berasal dari kata Sansekerta, yaitu “citta” yang berarti pikiran. Hal ini berarti bahwa cita-cita adalah buah dari sebuah pemikiran. Oleh karena itu, tentukan terlebih dahulu outcome (tujuan) yang ingin dicapai dalam pikiran kita. Dengan adanya outcome ini maka kita akan tahu kemana kita akan menuju sehingga kita tidak terombang-ambing dalam kebingungan. Untuk panduan membuat well-formed outcome silakan baca pada artikel Tips Membuat Well-formed Outcome.

ACTION

“Kesuksesan adalah akumulasi dari kesuksesan-kesuksesan kecil” dan “kegagalan adalah akumulasi dari kegagalan-kegagalan kecil”.

Sebuah impian yang sudah dipikirkan namun tidak dilakukan adalah sama dengan mimpi di siang bolong. Tanpa action mustahil suatu impian akan tercapai. Untuk itu diperlukan suatu tindakan yang nyata yang konsisten. “Perjalanan seribu mil dimulai dari langkah pertama”, demikian kata Lao Tzu.  Nike bilang: “Just do it”. Diperlukan sebuah langkah pertama untuk semua impian kita. Setelah memiliki outcome, lakukan saja. Tidak perlu menunggu semua hal menjadi ideal dulu karena keadaan ideal tersebut tidak akan pernah terjadi. Dari action yang dilakukan tersebut akan muncul suatu semangat sebagai energi pendorong. Jadi daripada menungu munculnya semangat untuk memulai, lebih baik pendekatannya diubahmenjadi lakukan dulu baru rasakan semangatnya kemudian. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Anthony Robbins: “Emotion is created by motions”, atau secara lugas diterjemahkan sebagai: “semangat tercipta dari tindakan yang dilakukan”.

SENSORY ACUITY

Selain kedua hal diatas, diperlukan adanya suatu kepekaan inderawi sebagai kontrol dan monitoring untuk mengecek apakah antara yang dilakukan dengan apa yang diinginkan sudah sesuai. Kepekaan ini berfungsi seperti kompas yang memberikan feedback atau umpan balik atas apa yang dilakukan. Dengan adanya kompas ini maka kita dapat mengetahui apakah yang dilakukan itu sudah tepat atau belum. Apabila sudah tepat maka silakan diteruskan, namun apabila apa yang kita lakukan itu keluar dari jalur yang seharusnya maka kompas ini akan membantu untuk mengingatkan untuk mengubah pendekatan kita sehingga dapat menghemat waktu dan sumber daya yang dimiliki agar tidak terbuang percuma.

FLEXIBILITY

Fleksibilitas perilaku sangat diperlukan untuk menunjang tercapainya tujuan yang diinginkan. The law of requisite variety mengatakan bahwa orang yang paling flexible dan memiliki pilihan paling banyak yang akan menguasai sistem. NLP menyarankan untuk memperluas “map” pikiran kita dan melakukan fleksibilitas perilaku antar konteks. Apabila sensory acuity atau kompas kita memperlihatkan bahwa apa yang kita lakukan menjauh dari outcome sasaran kita, maka sudah waktunya agar kita melakukan fleksibilitas dan memperbaiki apa yang kita lakukan  dengan cara yang lain sampai outcome itu tercapai.  If something is not working, do something else.

Semoga bermanfaat dan SALAM NLP!