Monthly Archives: October 2012

Product Launching with NLP

Minggu lalu saya mengunjungi dua negara ASEAN; Malaysia dan Kamboja dalam rangka peluncuran produk baru di bidang Consumer Health Care, yaitu VFRESH, roll on aromatherapy medicated oil, keluaran Cap Lang. Suatu pengalaman yang unik dan jarang terjadi bagi saya karena mengambil tempat di negara orang dan pula jarang-jarang ada produk asli made in Indonesia yang dapat merambah ke pasar di luar Indonesia. Sebuah kebanggaan tersendiri dan juga tentunya menambah pengalaman dalam melakukan product launching di negeri orang.

VFRESH - All Variants

Seperti yang diperkirakan semula, melakukan product launching di luar negeri memakan persiapan lebih banyak daripada melakukan product launching di dalam negeri. Mulai dari mempersiapkan produk yang akan dijual disana, membuat presentasi sampai pada hal yang lebih sederhana seperti mengatur jadwal perjalanan, memesan tiket pesawat, sampai pada menentukan dimana harus tinggal. Pekerjaan persiapan ini menambah pressure dalam bekerja terutama pada saat tiket yang sudah di booking tiba-tiba dibatalkan secara sepihak oleh pihak maskapai penerbangan pada last minute karena pengurangan jadwal penerbangan untuk sektor Jakarta – Penang, sehingga saya harus kembali sibuk untuk memilih jadwal penerbangan lain. Dan tentunya dengan harga yang lebih mahal karena waktu pemesanan sudah mepet. Argh ….! Sebuah pekerjaan tambahan yang seharusnya tidak perlu.

Berbicara di hadapan lebih dari 120 orang whole sellers dari seluruh Malaysia (East & West Malaysia) ditambah dengan principals dari berbagai perusahaan yang menghadiri acara tersebut tentu membuat jantung berdegup lebih kencang. Apalagi bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris yang tentunya sangat berbeda dari bahasa ibu yang biasa saya gunakan sehari-hari, yaitu bahasa Indonesia. Untungnya pengalaman sebagai pembicara publik dan pengetahuan di bidang NLP ditambah dengan kebiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam pekerjaan sehari-hari banyak membantu saya selama presentasi sehingga acara launching dapat berjalan dengan lancar. Bahkan, setelah acara launching banyak principal dari perusahaan lain yang memberikan selamat karena mereka cukup terkesan dengan produk dan pembawaan yang dibawakan secara lugas. Tentunya ini bukan karena saya yang pintar, namun lebih semata karena kebiasaan berbicara di depan publik. Selain itu, NLP ternyata sangat membantu saya dalam hal ini karena NLP mengajarkan bahwa dalam melakukan selling ada dua aspek penting yang harus diperhatikan yaitu: 1. Product Knowledge (pengetahuan mengenai produk) dan 2. People Knowledge (pengetahuan mengenai orang; bagaimana meng-handle diri sendiri dan juga meng-handle audience). Dua hal yang saya persiapkan sebaik mungkin sebelum berangkat.

Beda Malaysia, beda lagi dengan Kamboja. Negara yang berpenduduk 14 juta orang ini ternyata sedang pesat-pesatnya berbenah mengejar ketertinggalannya dari negara-negara tetangganya. Jarak antara yang kaya dengan yang miskin sangat kentara. Mobil-mobil mewah seperti Lexus, Hummer, Range Rover, Mercedes Benz, dsb. banyak berseliweran di jalan-jalan ibu kota Phnom Penh. Bahkan mobil mewah yang tidak pernah kedengaran namanya, seperti Escalade ikut meramaikan jalanan ibu kota. Dan menariknya lagi, semua mobil-mobil ini usianya tidak lebih dari 3 tahun atau dengan kata lain masih brand new! Ternyata Kamboja mulai berkembang secara pesat sejak tiga tahun terakhir, yaitu sejak masuknya investasi asing dari negara-negara luar dan juga karena keamanan dalam negeri yang sudah mulai kondusif di bawah pimpinan PM Hun Sen. Namun, ada satu hal penting yang saya perhatikan trip di Kamboja, yaitu infrastruktur penunjang dan tata kelola kota yang baik. Apabila pemerintah Kamboja tidak segera membenahi sarana publiknya maka dalam waktu dekat dapat berubah seperti jalanan di Jakarta yang penuh dengan kemacetan.

Pada saat masuk ke pasar, rata-rata pasar yang dijumpai adalah pasar tradisional yang tidak jauh berbeda dengan pasar becek yang biasa kita lihat disini, mungkin jauh lebih tradisional daripada pasar yang ada di Jakarta. Pedagang dan pembeli bertemu melakukan transaksi dan berbicara dalam bahasa Khmer. Sebuah bahasa yang mirip dengan bahasa Thailand, yang sama sekali tidak dikenali oleh auditory (indera pendengaran) saya. Selain perbedaan linguistic, hal lainnya yang membedakan dari pasar tradisional di Kamboja ini adalah makanannya yang exotic yang tidak biasa kita temui. Makanan serangga seperti belalang, kecoa, laba-laba, kalajengking, dsb. adalah hal lumrah disana. Bagi yang adventurous dan gustatory-nya (pengecapannya) terbiasa dengan makanan eksotik seperti ini tentu bukan merupakan suatu masalah. Namun bagi saya yang tidak terbiasa, makanan seperti ini bukanlah sesuatu yang yummy! Bagi Anda yang ingin berkunjung kesana tidak usah memusingkan mata uang yang digunakan karena Kamboja adalah negara yang menggunakan dua mata uang dalam negaranya, yaitu: Riel (mata uang Kamboja) dan US Dollar. Keduanya diterima secara sama baiknya, dengan nilai tukar yang berbeda.

Terlepas dari hal-hal diatas, ternyata produk Indonesia diapresiasi cukup baik di Kamboja. Masyarakat disana menilai produk Indonesia memiliki kualitas yang bagus dan harga yang kompetitif. Termasuk produk VFRESH yang saya tawarkan disana disambut dengan sangat antusias. Dari perbincangan dengan pemilik toko sampai pada consumer test pada konsumen langsung yang dilakukan dengan bantuan penerjemah, semuanya memberikan komentar yang positif, yang mana hal ini adalah modal bagus untuk berhasilnya suatu produk.

Melalui kerja keras dan karya nyata anak bangsa, produk Indonesia mampu berbicara di negara lain dan berkompetisi dengan produk-produk luar. Mengutip salah satu presuposisi NLP: “Anything is Possible”, tidak ada yang tidak mungkin sepanjang kita mau memperjuangkan dan merealisasikannya. Demikian sharing pengalaman saya selama seminggu mengunjungi Malaysia dan Kamboja. Semoga bermanfaat.

~ Live a life you want to live & make sure it is useful.

Mengatasi Masalah dengan Nested Loops

Setiap hari setiap orang pasti menghadapi masalah. Bahkan satu masalah belum selesai, masalah yang lain sudah muncul, yang kalau muncul tidak jarang membuat orang kesulitan dan membuat orang menjadi stress. Sebenarnya apa sih masalah itu? Saya akan menjelaskannya dengan rangkaian cerita yang dalam Neuro-Linguistic Programming (NLP) disebut dengan nama nested loops.

Seorang ibu paruh baya memiliki dua orang anak, yang satu berjualan payung dan yang satu lagi berjualan es krim. Setiap hari ibu ini kelihatan murung dan bersedih hati. Pada waktu hari terik ia bersedih mengingat anaknya yang berjualan payung tidak laku barang dagangannya. Dan pada saat hari hujan, ia juga bersedih mengingat anaknya yang berjualan es krim tidak laku barang dagangannya. Demikian setiap hari ia selalu bersedih mengingat kedua anaknya tersebut.

Di tempat yang lain, ada seorang bapak dengan lima orang anak yang baru saja melalui hari yang sangat berat. Ia baru saja di PHK karena kantor tempatnya bekerja harus tutup karena keadaan perekonomian yang memburuk akibat dari imbas krisis ekonomi global. Ia sangatstress memikirkan nasib lima anaknya yang masih kecil-kecil dan masih sekolah. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk menyambung hidup sementara hutang sudah gali lubang tutup lubang. Dalam perjalanan pulang ke rumah, ia menaiki sebuah angkot yang kosong dan ia termenung meratapi nasibnya yang sangat buruk tersebut. Tidak lama kemudian naiklah seorang bapak dengan dua anaknya yang masih kecil ke dalam angkot tersebut. Mula-mula mereka duduk dengan tenang namun tidak lama berselang kedua anak kecil tersebut membuat kegaduhan. Mulai dari bercanda, berteriak dan bermain sesuka mereka. Hal ini sangat mengganggu bapak yang baru saja kena PHK tadi dan membuatnya naik pitam dan berkata kepada bapak dari kedua anak itu untuk mendiamkan kedua anaknya yang sangat berisik.

Suatu hari sepulang kerja tanpa disangka-sangka ada seorang tetangga baru yang mengata-ngatai tetangganya yang baru pulang kerja. Dengan pandangan sinis dan bibir sedikit mencibir dia mengatakan: “Dasar, begitu saja sombong!”. Mendengar hal ini, tentu saja tetangganya yang baru pulang kerja tersebut kaget bukan kepalang. Namun karena sudah capek dan tidak mau mencari masalah ia tidak memperdulikannya dan masuk ke dalam rumah walaupun dengan perasaan sedikit emosi. Keesokan harinya pada saat ia pulang kerja, kejadian yang sama kembali berulang. Hal ini membuatnya semakin emosi dan ia berkata dalam hati bahwa kalau besok orang tersebut mengatakan hal yang sama lagi maka ia akan membuat perhitungan dengan orang tersebut karena hal tersebut sudah diluar batas.

Di suatu kota terdapat dua orang kakak beradik yang lahir dari ayah dan ibu yang sama. Keadaan sang kakak sangat berbanding terbalik dengan sang adik, dimana sang kakak sangat terpuruk dalam hidupnya, berandalan dan dianggap sebagai sampah masyarakat. Berbeda halnya dengan sang adik, ia sangat berhasil dalam hidupnya. Ia sangat kaya, terpandang dan dicintai oleh masyarakat di lingkungan dimana ia tinggal. Suatu hari seorang wartawan sangat tertarik untuk mewawancarai kedua kakak beradik ini dan ingin mencari tahu apa sebenarnya yang menyebabkan mereka berdua bisa seperti ini.  Waktu sang kakak diwawancara oleh wartawan tersebut mengenai kenapa ia bisa seperti sekarang ini, ia mengatakan bahwa ayahnya adalah penyebab kenapa ia bisa seperti ini. Ia menceritakan bahwa ayahnya adalah seorang pemabuk, penjudi, sering memarahi dan memukul dirinya. Singkat cerita, alasan kenapa dia bisa seperti ini hari ini adalah karena apa yang dilakukan oleh ayahnya terhadap dirinya dan juga kepada keluarganya. Secara terpisah, wartawan tersebut juga mewawancarai sang adik. Dan alangkah kagetnya si wartawan tersebut karena sang adik mengatakan alasan dia sukses seperti ini adalah karena ayahnya juga. Sama seperti yang diceritakan oleh kakaknya, karena ayahnya adalah pemabuk, penjudi, suka memarahi dan memukuli ibunya, kakaknya dan dirinya maka ia bertekad untuk tidak mau menjadi sama seperti ayahnya.

Pada saat sore hari sesampainya di depan pintu rumah, tetangga tersebut kembali mengatai tetangganya yang baru pulang kerja: “Dasar, begitu saja sombong!”. Berhubung kesabarannya sudah habis, orang yang baru pulang kerja tersebut menggulung lengan bajunya dan mendekati tetangga barunya untuk membuat perhitungan. Sesaat sebelum dirinya memukuli orang yang mengatainya itu, Pak RT lewat dan mengatakan bahwa orang tersebut memiliki kelainan jiwa alias gila. Sontak setelah mendengar hal tersebut emosinya hilang entah kemana dan dirinya tidak jadi membuat perhitungan lagi dengan orang gila tersebut.

Sewaktu bapak yang kena PHK tersebut dengan penuh emosi meminta kepada ayah dari kedua anak dalam angkot tersebut diatas untuk mendiamkan kedua anaknya yang ribut diluar batas, ayah dari kedua anak tersebut langsung meminta maaf kepada bapak tersebut. Ia mengatakan: “Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas keributan yang ditimbulkan oleh kedua anak saya. Saya tahu mereka bertindak diluar batas, namun saya sengaja membiarkan mereka begitu karena baru sekarang saya melihat mereka dapat bermain seperti ini lagi. Sebenarnya kami baru saja melewati hari yang sangat berat dalam hidup kami karena kami baru saja pulang dari pemakaman ibu mereka”. Mendengar hal ini, bapak yang baru terkena PHK tidak dapat berkata apa-apa dan emosinya langsung reda dan mengatakan: “Tidak apa-apa Pak. Saya yang meminta maaf karena terlalu emosi. Anak-anaknya silakan bermain kembali, saya tidak merasa terganggu lagi”.

Suatu hari tetangga dari ibu paruh baya yang memiliki dua anak yang berjualan payung dan es krim merasa kasihan dengan ibu tersebut karena setiap hari selalu bersedih hati. Ia kemudian mencoba membantu ibu tersebut. Setelah mengetahui duduk persoalannya, ia kemudian meminta ibu tersebut untuk mengubah sudut pandangnya. Pada saat hujan, ia diminta untuk memikirkan anaknya yang berjualan payung. Pasti pada hari itu anaknya yang berjualan payung akan mendapatkan keuntungan yang besar karena payung-payungnya banyak terjual. Dan pada saat hari panas/terik, ibu tersebut diminta untuk memikirkan anaknya yang sedang berjualan es krim. Pasti hari tersebut dagangannya laku keras karena banyak orang yang membeli es krim di hari yang panas. Mulai sejak saat itu ibu tersebut selalu bersuka cita.

Kembali kepada pokok bahasan kita sesuai dengan judul yang tertulis diatas. APA ITU MASALAH? Melihat cerita-cerita yang dirangkai dengan nested loops diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa MASALAH ITU ADALAH BAGAIMANA CARA SESEORANG MEMANDANGNYA. Apabila sesuatu itu dipandang sebagai masalah maka hal tersebut akan menjadi masalah. Namun apabila sesuatu dipandang bukan sebagai masalah maka hal tersebut bukanlah masalah. Selamat mengatasi problem Anda :).

~Live a life you want to live & make sure it is useful.

Tips Merubah State

Setelah kita mengetahui bahwa State dapat mempengaruhi kesuksesan dan kebahagiaan seseorang. Maka sangat menarik untuk dipelajari bagaimana caranya untuk merubah state seseorang.

 Cybernetics Loops

Dengan merubah physiology, internal representation dan atau kedua hal tersebut secara bersamaan maka akan dapat merubah state seseorang. Secara physiology, ada perbedaan yang mendasar antara orang yang berada dalam resource state dengan stuck state.

Orang yang berada dalam stuck state cenderung memiliki physiology: membungkuk, kepala menunduk, mata melihat ke bawah dan lain sebagainya, sedangkan orang yang berada dalam resource state cenderung untuk berdiri tegak, pandangan mantap melihat ke depan, percaya diri, dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui perbedaan kedua bentuk physiology diatas maka sesorang yang berada dalam stuck state dapat merubah state-nya secara instant menjadi resource state dengan cara merubah physiology stuck state menjadi physiology resource state, misalnya: postur tubuh tegak, pandangan mantap melihat ke depan, percaya diri, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, teknik-teknik seperti ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa melabelinya dengan teknik NLP, cara merubah physiology sering digunakan oleh para ibu untuk mendiamkan anaknya yang sedang nangis. Perubahan physiology yang dilakukan biasanya adalah ibu meminta anak untuk melihat ke atas dengan mengatakan, misalnya: “Lihat diatas ada cicak”. Pada saat anak melihat ke atas biasanya anak akan berhenti menangis.

Secara internal representation, seseorang juga dapat merubah penyajian informasi di dalam alam pikirannya. Apabila orang tersebut memikirkan hal-hal yang tidak termotivasi maka pikirannya akan menyajikan informasi yang tidak bersumber daya dalam bentuk Visual, Auditory, dan Kinesthetic. Dengan merubah internal representationdalam pikirannya maka orang tersebut akan bergerak dari stuck statemenuju resource state.

Berikut ini adalah beberapa cara sederhana namun efektif untuk merubah internal representation, yaitu:

  1. Bayangkan suatu pengalaman di masa lalu dimana Anda sangat bersumber daya, misalnya: kelahiran anak pertama, menjadi juara kelas, sukses memenangi suatu tender bisnis besar, dan lain sebagainya.
  2. Masuk ke dalam salah satu pengalaman tersebut dan menjadi satu (asosiasi) dengan diri Anda dalam pengalaman tersebut. Lihat apa yang Anda lihat, dengar apa yang Anda dengar, dan rasakan apa yang Anda rasakan pada saat itu (puncak emosi).
  3. Apabila perlu, lakukan penyesuaian kualitas dari VAK dengan merubah kualitas dari Visual (misalnya: lebih dekat, lebih terang, berwarna, dsb.), Auditory (misalnya: suaranya lebih dekat, volumenya lebih keras, kualitas suaranya lebih jernih, dsb.), serta Kinestetik (misalnya: lebih merasakan perasaan yang terjadi saat itu, dsb.)

Biasanya, apabila internal representation-nya dapat dirubah maka state juga akan berubah (dari stuck state menuju resource state).

Berikut ini adalah beberapa tips sederhana lainnya yang juga efektif untuk merubah state dari stuck state menuju resource state:

  • Apabila pikiran sedang ruwet jangan mengurung diri dalam kamar karena hal ini biasanya akan membuat pikiran semakin ruwet. Usahakan untuk pergi ke tempat yang lebih terbuka, misalnya: taman. Tempat yang luas akan membangun state yang resourceful dibanding dengan tempat yang kecil atau sempit.
  • Sadari self talk (berkata dalam hati) pada saat itu. Ganti self talk yang negatif menjadi self talk yang positif dan bersumber daya, misalnya: “Tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi”. “Saya pasti dapat mengatasi masalah ini dengan baik”. “Apa yang saya alami ini akan membuat saya lebih kuat dalam menjalani hidup ini”, dsb.
  • Menarik nafas dan menyadari keluar masuknya nafas dapat membantu untuk merilekskan pikiran.
  • Usahakan untuk memberi input yang positif terhadap internal representation dengan cara merubah kualitas Visual, Auditory,dan Kinesthetic dari yang kurang bersumber daya menjadi lebih bersumber daya.

Dalam konteks sukses, biasakan untuk melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang positif dan bermanfaat, misalnya

  • Visual
    Mengganti kebiasaan menonton film yang sedih-sedih menjadi film  yang bersemangat dan menambah sumber daya.
  • Auditory
    Mengganti kebiasaan mendengar lagu yang melankolis menjadi lagu-lagu yang bersemangat. Hal ini termasuk juga berlaku untuk ring tone HP yang digunakan karena ring tone HP termasuk auditory yang sering kita dengar setiap hari.
  • Kinesthetic
    Mengganti kebiasaan internal dialog atau self talk yang negatif dan kurang bersumber daya dengan self talkyang positif dan bersumber daya yang menghasilkan perasaan yang bahagia dan bersumber daya juga.

~ Live a life you want to live & make sure it is useful.

State untuk Sukses & Bahagia

Apakah State itu ?

State merupakan istilah yang sering ditemui dalam pembahasan NLP. State merujuk pada sejumlah proses neurological (gestalt of neurological processes) yang berlangsung pada diri seseorang yang terus berlangsung dari waktu ke waktu. Sebuah state adalah gabungan dari kondisi fisik dan mental yang mendasari seseorang dalam berperilaku. Selain itu, state dimana seseorang berada adalah merupakan reaksi bawah sadar terhadap apa yang dialami saat itu.

Sepanjang hari setiap orang akan bergerak melalui serangkaian state, yang mana beberapa diantaranya positif dan beberapa diantaranya negatif. State yang positif akan membuat seseorang bersemangat dan bersumber daya sedangkan state yang negatif akan membuat orang tidak bersemangat dan kurang bersumber daya.

Dalam NLP, state positif sering disebut sebagai Resource State (ketika orang merasa luar biasa dan memiliki pilihan-pilihan yang bersumber daya) dan state negatif sering disebut sebagai Stuck State (ketika orang sadar bahwa hanya tersedia sedikit pilihan atau bahkan tidak ada pilihan sama sekali).

Kesuksesan dan kebahagiaan seseorang sangat ditentukan oleh stateorang tersebut pada waktu dimana ia sedang berada. Apabila ia berada dalam state yang bersumber daya maka mood-nya akan bagus dan dengan sendirinya apapun yang dilakukan oleh dirinya akan terasa mudah dan menyenangkan.

Ambil contoh seorang murid sekolah yang sedang menghadapi ujian, apabila murid tersebut berada dalam state yang positif dan bersumber daya maka murid tersebut akan dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan tenang, mudah dan menyenangkan. Selain itu, probabilitas dirinya untuk mendapatkan nilai yang bagus akan lebih tinggi dibandingkan dengan murid lain yang tidak mempersiapkan dirinya dengan baik yang mana hal ini menyebabkan dirinya tidak berada dalam state yang bersumber daya.

State yang positif dan bersumber daya adalah pintu gerbang bagi setiap individu untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Orang yang dari bangun tidur telah memiliki state yang positif dan bersumber daya cenderung memiliki performa yang tinggi di hari itu. Namun, bagi orang yang dari pagi sudah memiliki state yang tidak bagus maka kemungkinan besar akan menimbulkan mood yang jelek bagi orang tersebut dan perilaku yang ditimbulkan cenderung bergerak menjauhi kesuksesan dan kebahagiaan yang diinginkan.

Gambar 1: State

Terdapat dua hal penting yang dapat mempengaruhi state seseorang secara instant, yaitu:

  1. Physiology / Postur Tubuh
    Dengan menyadari postur tubuh (kinestetik) pada waktu dimana seseorang berada dan melakukan penyesuaian atas postur tubuh tersebut maka akan merubah state orang tersebut dari stuck state menuju resourceful state.
  2. Internal Representation
    Internal Representation
     adalah persepsi yang ada dalam pikiran seseorang mengenai “dunia luar” yang diwakilkan oleh gambar(visual), suara (auditory), perasaan (kinesthetic), penciuman(olfactory), dan pengecapan (gustatory). Dengan merubahinternal representation dalam pikiran seseorang maka sebuah state juga dapat berubah secara cepat.

 

Cybernetics Loops

Gambar 2: Cybernetics Loops

Selain mempengaruhi statephysiology dan internal representation juga saling mempengaruhi satu sama lain atau disebut dengan cybernetics loops. Hal ini disebabkan karena “Mind and body is part of the same system”, yang artinya: pikiran dan badan adalah bagian dari sistem yang sama yang saling mempengaruhi satu sama lain. Apa yang terjadi dengan pikiran akan mempengaruhi badan jasmani.

Ambil contoh orang yang pikirannya sedang marah, maka secara otomatis terjadi perubahan pada badan jasmaninya dalam tingkatan tertentu, misalnya: degup jantung lebih cepat, muka memerah, tengkuk terasa tegang, dan lain sebagainya. Demikian juga sebaliknya, apa yang terjadi dengan badan jasmani juga akan mempengaruhi pikiran, contohnya: orang yang sedang sakit gigi akan menyebabkan pikiran orang tersebut uring-uringan.

Lihat Artikel selajutnya : Tips merubah State

~ Live a life you want to live & make sure it is useful.

NLP Presupposition – Prinsip Berpikir dan Berperilaku Orang NLP

Neuro-Linguistic Programming adalah sebuah study mengenai excellence. Untuk mencapai excellence ini maka sejumlah asumsi mengenai realitas dibuat dimana asumsi-asumsi ini di presuppose atau dianggap benar. Asumsi-asumsi yang dianggap benar ini kemudian disebut dengan presupposition yang menjadi dasar pijakan dalam Neuro-Linguistic Programming. Presuposisi ini apabila diintegrasikan dalam pola berpikir dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari maka akan membantu seseorang dalam melakukan transformasi dalam hidupnya menuju kehidupan yang lebih sukses dan lebih bahagia.

Berikut ini disajikan beberapa presuposisi yang diambil dari rujukan The Society of NLP, USA, sebagai berikut:

The ability to change the process by which we experience reality is more often valuable than changing the content or experience of reality.

  • Kemampuan untuk merubah proses dimana kita mengalami realita lebih sering bernilai dibanding dengan merubah isi atau pengalaman dari realita tersebut.

Kemampuan seseorang dalam merubah proses tentang bagaimana pikiran bekerja dalam menghadapi stimuli eksternal atau stimuli internal dan memberikan respon yang tepat adalah lebih bernilai dibandingkan dengan hanya merubah isi pengalaman dalam memori pikiran orang tersebut. Singkatnya, presuposisi ini menekankan pada perubahan inti (core) dari suatu permasalahan, bukan menitikberatkan pada perubahan gejalanya (symptom).

The meaning of the communication is the response you get.

  • Makna dari komunikasi adalah respon yang Anda peroleh.

Makna utama dari sebuah komunikasi adalah respon yang ingin kita dapatkan. Apabila respon yang diberikan oleh partner bicara kita bertolak belakang dengan respon yang ingin kita dapatkan maka hal itu berarti bahwa cara berkomunikasi kita tidak tepat untuk mendapatkan respon yang diinginkan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu kepekaan indrawi untuk mengetahui apakah komunikasi yang kita lakukan tersebut sudah sesuai atau belum. Apabila belum, maka diperlukan adanya suatu fleksibilitas sampai memperoleh respon yang diinginkan dengan cara merubah cara komunikasi kita.

All distinction human beings are able to make concerning our environment and our behaviour can usefully represented through the visual, auditory, kinesthetic, olfactory, and gustatory senses.

  • Semua pembedaan yang dapat dilakukan manusia sehubungan dengan lingkungan eksternal dan perilakunya dapat diwakilkan secara bermanfaat melalui indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan pengecapan.

Pikiran merepresentasikan informasi yang diperoleh melalui input internal dan input eksternal dalam bentuk gambar (visual), suara (auditory), perasaan (kinesthetic), bau/wangi (olfactory), dan rasa (gustatory). Kemampuan untuk merepresentasikan dan mengorganisir informasi ini secara bermanfaat dan bersumber daya akan membedakan antara individu yang satu dengan individu yang lain.

The resources an individual needs to effect a change are already within them.

  • Sumber daya yang dibutuhkan oleh seorang individu untuk menghasilkan perubahan sudah ada dalam diri mereka.

Dalam diri setiap individu telah memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan. Banyak orang tidak mengetahui hal ini sehingga tidak dapat menggunakan sumber daya ini untuk melakukan suatu perubahan yang diinginkan. Body and mind (badan dan pikiran) adalah contoh konkrit dari sumber daya yang ada dalam diri setiap orang. Kemampuan untuk menggunakan kedua sumber daya ini dengan baik dan benar akan sangat membantu dalam menghasilkan perubahan yang diinginkan.

The map is not the territory.

  • Peta bukanlah wilayah yang sebenarnya.

Neuro-Linguistic Programming mengasumsikan bahwa orang berperilaku berdasarkan apa yang dipersepsikannya mengenai dunia luar, bukan berdasarkan pada realitas yang sebenarnya. Persepsi yang dibuat merupakan representasi atau perwakilan dari dunia luar yang ada di dalam otaknya. Persepsi inilah yang kemudian disebut dengan peta. Menurut Alfred Korzibski, orang yang mempopulerkan istilah “the map is not the territory”, sebuah peta bukanlah wilayah yang sebenarnya dari wilayah yang diwakilkannya, namun, apabila peta tersebut memiliki struktur yang sama dengan wilayah yang diwakilinya, maka peta ini akan sangat bermanfaat.

The positive worth of the individual is held constant, while the value and appropriateness of internal and/or external behaviour is questioned.

  • Nilai positif dari seseorang dipertahankan secara konstan, sementara nilai dan kesesuaian dari perilaku internal dan/atau eksternal yang dipertanyakan.

Setiap orang memiliki nilai positif dari perilaku yang dilakukannya. Dalam Neuro-Linguistic Programming, nilai positif ini dipertahankan secara konstan karena dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat. Namun, perilaku yang dilakukan harus dipertanyakan apakah sudah sesuai dengan konteksnya atau belum, ekologis atau tidak, membawa dari present state menuju desired state atau tidak, dan lain sebagainya.

There is a positive intention motivating every behavior; and a context in which every behaviour has value.

  • Ada sebuah niat positif yang mendasari setiap perilaku; dan ada sebuah konteks yang sesuai untuk sebuah perilaku dimana perilaku tersebut bernilai/bermanfaat.

Apapun perilaku yang dilakukan seseorang, selalu ada niat positif dibalik perilaku tersebut. Suatu perilaku dikatakan tidak congruent atau tidak selaras apabila digunakan di dalam konteks yang salah. Hal ini dapat terjadi karena tidak ada satu perilaku yang cocok untuk seluruh konteks. Namun, selalu ada sebuah konteks yang sesuai dengan suatu perilaku tertentu yang mana kesesuaian ini akan menghasilkan nilai atau manfaat bagi orang tersebut. Contoh sederhana untuk presuposisi ini adalah perilaku “lupa”. Dalam konteks ujian, lupa adalah suatu perilaku yang sangat tidak bermanfaat. Namun, dalam konteks trauma, kemampuan untuk melupakan kejadian traumatis adalah suatu hal yang sangat bermanfaat.

Feedback vs. Failure – All results and behaviour are achievements, whether they are desired outcomes for a given task/context or not.

  • Umpan balik vs. Kegagalan – Semua hasil dan perilaku adalah pencapaian, terlepas apakah hasil atau perilaku tersebut adalah outcome yang diinginkan atau tidak dalam suatu lingkup pekerjaan/konteks.

Presuposisi ini menekankan bahwa apabila suatu perilaku tidak menghasilkan outcome yang diinginkan maka hal itu bukanlah kegagalan namun merupakan suatu feedback atau umpan balik yang menjelaskan bahwa apa yang dilakukan tidak membawa pada pencapaian outcome yang diinginkan. Selain itu, setiap output yang dihasilkan dari sebuah perilaku adalah suatu pencapaian juga. Namun, pertanyaannya adalah apakah pencapaian itu diinginkan atau tidak diinginkan. Dengan mengetahui bahwa umpan balik yang dihasilkan tidak mengarah pada hasil yang diinginkan maka dapat dilakukan penyesuaian-penyesuaian yang dibutuhkan sampai outcome yang diinginkan tercapai.

~Live a life you want to live & make sure it is useful.