Monthly Archives: June 2013

Life is so Kampret

Ya betul. “Life is so Kampret”. Begitu status dari Blackberry Messanger teman saya, yang secara harafiah dapat diterjemahkan sebagai “Hidup Sangat Menyebalkan”. Pada saat membaca status tersebut saya tersenyum simpul karena linguistic-nya yang kreatif. Namun di dalam hati kecil saya berkata, “Kasihan sekali, pasti hidupnya sedang berada dalam masalah”. Dari bahasa yang digunakan dapat menggambarkan apa yang terjadi pada orang yang mengungkapkannya. Bagaimana menurut Anda? Apa yang terbesit dalam pikiran Anda pada saat membaca judul di atas? Tertawa, tersenyum, prihatin, atau campuran dari semuanya?

Terlepas apapun tanggapan kita terhadap judul diatas, saya lebih tertarik untuk membahas dari sisi kenapa hal yang tidak menguntungkan terjadi dalam hidup dan bagaimana caranya untuk keluar dari keadaan yang tidak menguntungkan tersebut sehingga dapat diambil hikmahnya oleh kita semua agar kita tidak mengalami kejadian yang sama. Hal yang mana juga diajarkan oleh NLP, yaitu mengamati suatu kejadian, menstrukturkan polanya, dan dari pola yang ada kemudian dapat diajarkan baik pada diri sendiri maupun orang lain.

Mari kita telisik lebih dalam mengapa teman saya sampai menuliskan status tersebut untuk mengekspresikan kekesalan yang terjadi pada dirinya. Dugaan saya mengatakan bahwa hidupnya sedang mengalami masalah sampai ia mengatakan hidup(nya) begitu kampret. Dugaan ini didasari pada kata “kampret” yang sepanjang pengetahuan saya adalah linguistic yang digunakan untuk mengungkapkan kekesalan, makian, dan sumpah serapah kepada orang atau keadaan yang menyebabkan kekesalan. Ternyata, dugaan saya ini tidak terlalu jauh dari kenyataannya. Sebagai bentuk simpati, saya menghubungi teman saya dan iapun mengiyakan dan menjawab, “Sometimes, sh*t happens in life”. Lagi-lagi linguistic negatif yang muncul akibat kejadian yang menyebabkan kekesalannya.

If there is anything can be blamed then it is the birth
Pertanyaannya adalah kenapa hidup ini bisa begitu mengesalkan? Banyak hal-hal yang terjadi dalam hidup ini yang mengakibatkan kepala kita pusing tujuh keliling dimana masalah yang satu belum selesai, muncul lagi masalah yang lain. Dr. Richard Bandler, The Father & Co-creator of NLP, mengatakan bahwa apabila ada yang dapat disalahkan dalam hidup ini maka hal itu adalah kelahiran. Ya betul karena adanya kelahiran maka kita merasakan penderitaan dalam hidup ini. Namun, berhubung kelahiran berada di luar rentang kendali kita maka sebenarnya tidak ada yang dapat disalahkan. Attitude atau sikap yang terbaik untuk hal ini adalah menyadari dan mensyukuri apa yang terjadi dalam hidup ini dan mengambil hikmah pembelajaran yang terkandung di balik kejadian tersebut. Banyak orang yang menjalankan strategi yang salah, mereka menggenggam emosi negatif, seperti: marah, sedih, kesal, dsb. namun melupakan makna pembelajarannya. Strategi yang benar adalah ambil makna pembelajarannya dan lupakan emosi yang menyertainya. As simple and as difficult as that if you allow it to be.  Ya, sesederhana dan sesulit itu apabila Anda mengijinkannya terjadi.

One option is not an option
Selain kelahiran, faktor penting lainnya adalah karena tidak tersedianya pilihan-pilihan yang bersumber daya dalam diri kita. NLP mengatakan bahwa satu pilihan sama dengan tidak ada pilihan sehingga kita dipaksa untuk menerima pilihan tersebut walaupun kita tidak menyukainya. Ambil contoh, misalnya Anda tidak menyukai pekerjaan Anda di kantor. Namun berhubung Anda tidak memiliki pilihan source of income atau sumber penghasilan yang lain maka mau tidak mau, suka tidak suka Anda harus melakukan pekerjaan tersebut. Inilah salah satu sebab utama yang menjadi sumber penderitaan dalam hidup.

NLP menyarankan untuk memiliki dan menambah pilihan-pilihan yang bersumber daya. Dengan adanya pilihan-pilihan yang bersumber daya tersebut maka Anda bebas memilih. Sebagai contoh, apabila Anda memiliki sumber penghasilan yang lain selain bekerja di kantor, misalnya memiliki toko, usaha kos-kosan, atau sumber penghasilan lainnya yang dapat Anda andalkan maka Anda tidak akan semenderita seperti kasus diatas karena dapat memilih yang mana yang Anda sukai. Selain itu, manusia selalu memilih pilihan yang terbaik yang tersedia waktu itu. Dengan demikian maka secara otomatis orang akan memilih pilihan yang paling baik yang tersedia dalam hidupnya.

Merefleksikan apa yang dihadapi teman saya dalam tulisan diatas, coba lihat ke dalam diri Anda sendiri apakah kekurangan pilihan menjadi penyebab utama dalam masalah yang Anda alami sekarang? Apabila jawabannya adalah YA, maka solusinya adalah tambahlah pilihan-pilihan yang bersumber daya dalam diri Anda.

Pertanyaan berikutnya adalah apa bentuk dari pilihan-pilihan yang bersumber daya tersebut dan bagaimana caranya untuk memiliki pilihan-pilihan yang bersumber daya tersebut? Pilihan-pilihan itu dapat berupa: pengetahuan, keterampilan, network (jaringan pertemanan), modal, dsb. Sedangkan cara untuk memiliki pilihan-pilihan yang bersumber daya tersebut adalah dengan belajar, berusaha, berlatih, dan melakukannya dalam betuk tindakan yang nyata terus dan terus sampai pilihan tersebut tersedia dalam hidup Anda.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, mari kita kembali sejenak ke kata kampret yang menjadi teaser dalam artikel ini. Ternyata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) ”kampret” itu artinya, “kelelawar kecil pemakan serangga dengan hidung yang berlipat-lipat” atau dalam bahasa ilmiahnya disebut dengan Microchiroptera.

Hmmm …….. menarik sekali. Lain kali kalau ada yang meneriaki Anda seperti ini, “Eh, Kampret lu!”, Anda tidak usah marah dan emosi. Itu artinya, ia sedang berkata, “Eh, Kamu kelelawar”, ha ha ha ….. Atau kalau kita kembali ke judul diatas maka, “Life is so Kampret” maka judulnya dapat kita ubah  menjadi “Hidup Sangat Kelelawar”, ha ha ha ………

NLP is about changing your thinking (neuro), changing the way you communicate (linguistic), and changing your behaviour (programming). Dengan merubah cara kita berpikir, cara kita berkomunikasi maka akan merubah perilaku kita. Semoga bermanfaat.