Category Archives: Motivation

Aplikasi NLP dalam motivasi

“My Idiot Brother” – The Movie

Gala Premiere Film "My Idiot Brother"

Ini adalah pengalaman pertama saya terlibat dalam pembuatan film lebar. Rasanya senang, lega, dan juga sekalian bangga atas kerja keras dari semua team yang terlibat dari pre-production sampai film ini dapat tayang di bioskop-bioskop di Indonesia, seperti: 21, XXI, Blitz Megaplex, dsb. Senang karena kerja keras dari seluruh team terbayar pada saat menyaksikan film ini ditayang pertama kali pada Gala Premiere, 29 September 2014 lalu di Epicentrum, Kuningan, Jakarta. Lega karena proses panjang yang telah dilalui dari awal hingga akhir dapat berjalan dengan baik & lancar. Dan, bangga karena film ini dapat berkontribusi bagi perfilman nasional yang menekankan pada kualitas dan juga nilai-nilai cinta kasih yang tiada tara, kesabaran menghadapi setiap masalah yang ada, kasih sayang orang tua kepada anaknya walaupun cacat, penghargaan kepada seseorang yang kelihatan tidak bermakna, dan pengorbanan seorang kakak yang cacat mental kepada adiknya bahkan sampai mengorbankan jiwanya.

Film My Idiot Brother  ini akan mulai diputar serentak di seluruh Indonesia, mulai hari Kamis, tanggal 2 Oktober 2014 di seluruh sinema di Indonesia. Semoga film ini dapat menjadi salah satu film pilihan bagi Anda dan keluarga dan bermanfaat dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, cinta kasih dan kasih sayang, penghargaan, pengorbanan, dan sikap tangguh dalam menghadapi setiap masalah dan “cobaan” yang dialami dalam hidup ini.

Special thanks saya ucapkan kepada Bapak Hamdhani Koestoro selaku Producer dan juga Pemilik Film One Production, Agnes Davonar penulis novel “My Idiot Brother”, Bapak Edy, Bapak Albert dan Ibu Elly yang telah memberikan saya kesempatan dalam film yang luar biasa ini. Dan tidak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh aktor, artis, seluruh crew, dan juga semua pihak baik yang terlibat secara langsung maupun tidak. Semua tribute saya berikan kepada Anda semua. Tentunya juga kepada para penonton yang telah meluangkan waktunya mengajak keluarga tercintanya dalam menyaksikan film yang akan merubah sudut pandang kita mengenai apa dan bagaimana hidup ini. Terima kasih banyak.

Jenis Film           : Drama
Produser             : Hamdhani Koestoro
Produksi              : Film One Productions
Sutradara            : Alyandra
Pemain                : Merry Riana, Donny Kesuma, Kimberly Ryder, Fenita Arie, Lula Kamal, Aaron Shahab, Cindy Fatikasari, Ali Mensan, Adila Fitri

"My Idiot Brother" - The Movie

“My Idiot Brother” diangkat dari novel anyar karya Agnes Davonar yang berjudul sama. Film ini mengisahkan Angel (Adila Fitri) seorang gadis remaja berusia 15 tahun yang tidak pernah bisa menerima keadaan kakaknya Hendra (Ali Mensan) yang terlahir dengan keterbelakangan mental.

Walaupun Angel begitu malu dan membencinya, Hendra tidak pernah bersedih hati. Hendra menjadi anak yang berkebutuhan khusus akibat sakit yang di derita waktu kecil. Walaupun demikian Ia tetap setia memberikan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.

Karena memiliki kakak yang mengalami keterbelakangan mental, Angel sering diejek oleh teman-temannya ‘si idiot’. Salah seorang gadis di sekolahnya bernama Agnes (Kimberly Ryder) sangat membenci Angel karena dianggap sebagai ancaman untuk mendapatkan hati Aji (Aaron Ashab). Kehidupan Hendra dengan dunianya sendiri namun tetap menyayangi adiknya. Suatu hari, Aji akan mengadakan pesta ulang tahunnya dengan mengundang semua teman-temannya. Agnes dan Angel bersaing untuk menjadi ratu dalam acara pesta tersebut.

Sayangnya pesta itu berakhir ricuh karena kehadiran Hendra yang membuat Angel begitu malu, padahal kedatangan kakaknya yang penuh perjuangan sebenarnya hanya bermaksud untuk mengantarkan kado yang tertinggal. Angel yang lari dari pesta karena rasa malu mengalami kecelakaan. Kecelakaan ini menyebabkan tak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya selain Hendra. Demi cintanya kepada sang adik, Hendra rela mengorbankan apapun untuk Angel. Termasuk jiwanya.

Trailer Film “My Idiot Brother”

Life is so Kampret

Ya betul. “Life is so Kampret”. Begitu status dari Blackberry Messanger teman saya, yang secara harafiah dapat diterjemahkan sebagai “Hidup Sangat Menyebalkan”. Pada saat membaca status tersebut saya tersenyum simpul karena linguistic-nya yang kreatif. Namun di dalam hati kecil saya berkata, “Kasihan sekali, pasti hidupnya sedang berada dalam masalah”. Dari bahasa yang digunakan dapat menggambarkan apa yang terjadi pada orang yang mengungkapkannya. Bagaimana menurut Anda? Apa yang terbesit dalam pikiran Anda pada saat membaca judul di atas? Tertawa, tersenyum, prihatin, atau campuran dari semuanya?

Terlepas apapun tanggapan kita terhadap judul diatas, saya lebih tertarik untuk membahas dari sisi kenapa hal yang tidak menguntungkan terjadi dalam hidup dan bagaimana caranya untuk keluar dari keadaan yang tidak menguntungkan tersebut sehingga dapat diambil hikmahnya oleh kita semua agar kita tidak mengalami kejadian yang sama. Hal yang mana juga diajarkan oleh NLP, yaitu mengamati suatu kejadian, menstrukturkan polanya, dan dari pola yang ada kemudian dapat diajarkan baik pada diri sendiri maupun orang lain.

Mari kita telisik lebih dalam mengapa teman saya sampai menuliskan status tersebut untuk mengekspresikan kekesalan yang terjadi pada dirinya. Dugaan saya mengatakan bahwa hidupnya sedang mengalami masalah sampai ia mengatakan hidup(nya) begitu kampret. Dugaan ini didasari pada kata “kampret” yang sepanjang pengetahuan saya adalah linguistic yang digunakan untuk mengungkapkan kekesalan, makian, dan sumpah serapah kepada orang atau keadaan yang menyebabkan kekesalan. Ternyata, dugaan saya ini tidak terlalu jauh dari kenyataannya. Sebagai bentuk simpati, saya menghubungi teman saya dan iapun mengiyakan dan menjawab, “Sometimes, sh*t happens in life”. Lagi-lagi linguistic negatif yang muncul akibat kejadian yang menyebabkan kekesalannya.

If there is anything can be blamed then it is the birth
Pertanyaannya adalah kenapa hidup ini bisa begitu mengesalkan? Banyak hal-hal yang terjadi dalam hidup ini yang mengakibatkan kepala kita pusing tujuh keliling dimana masalah yang satu belum selesai, muncul lagi masalah yang lain. Dr. Richard Bandler, The Father & Co-creator of NLP, mengatakan bahwa apabila ada yang dapat disalahkan dalam hidup ini maka hal itu adalah kelahiran. Ya betul karena adanya kelahiran maka kita merasakan penderitaan dalam hidup ini. Namun, berhubung kelahiran berada di luar rentang kendali kita maka sebenarnya tidak ada yang dapat disalahkan. Attitude atau sikap yang terbaik untuk hal ini adalah menyadari dan mensyukuri apa yang terjadi dalam hidup ini dan mengambil hikmah pembelajaran yang terkandung di balik kejadian tersebut. Banyak orang yang menjalankan strategi yang salah, mereka menggenggam emosi negatif, seperti: marah, sedih, kesal, dsb. namun melupakan makna pembelajarannya. Strategi yang benar adalah ambil makna pembelajarannya dan lupakan emosi yang menyertainya. As simple and as difficult as that if you allow it to be.  Ya, sesederhana dan sesulit itu apabila Anda mengijinkannya terjadi.

One option is not an option
Selain kelahiran, faktor penting lainnya adalah karena tidak tersedianya pilihan-pilihan yang bersumber daya dalam diri kita. NLP mengatakan bahwa satu pilihan sama dengan tidak ada pilihan sehingga kita dipaksa untuk menerima pilihan tersebut walaupun kita tidak menyukainya. Ambil contoh, misalnya Anda tidak menyukai pekerjaan Anda di kantor. Namun berhubung Anda tidak memiliki pilihan source of income atau sumber penghasilan yang lain maka mau tidak mau, suka tidak suka Anda harus melakukan pekerjaan tersebut. Inilah salah satu sebab utama yang menjadi sumber penderitaan dalam hidup.

NLP menyarankan untuk memiliki dan menambah pilihan-pilihan yang bersumber daya. Dengan adanya pilihan-pilihan yang bersumber daya tersebut maka Anda bebas memilih. Sebagai contoh, apabila Anda memiliki sumber penghasilan yang lain selain bekerja di kantor, misalnya memiliki toko, usaha kos-kosan, atau sumber penghasilan lainnya yang dapat Anda andalkan maka Anda tidak akan semenderita seperti kasus diatas karena dapat memilih yang mana yang Anda sukai. Selain itu, manusia selalu memilih pilihan yang terbaik yang tersedia waktu itu. Dengan demikian maka secara otomatis orang akan memilih pilihan yang paling baik yang tersedia dalam hidupnya.

Merefleksikan apa yang dihadapi teman saya dalam tulisan diatas, coba lihat ke dalam diri Anda sendiri apakah kekurangan pilihan menjadi penyebab utama dalam masalah yang Anda alami sekarang? Apabila jawabannya adalah YA, maka solusinya adalah tambahlah pilihan-pilihan yang bersumber daya dalam diri Anda.

Pertanyaan berikutnya adalah apa bentuk dari pilihan-pilihan yang bersumber daya tersebut dan bagaimana caranya untuk memiliki pilihan-pilihan yang bersumber daya tersebut? Pilihan-pilihan itu dapat berupa: pengetahuan, keterampilan, network (jaringan pertemanan), modal, dsb. Sedangkan cara untuk memiliki pilihan-pilihan yang bersumber daya tersebut adalah dengan belajar, berusaha, berlatih, dan melakukannya dalam betuk tindakan yang nyata terus dan terus sampai pilihan tersebut tersedia dalam hidup Anda.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, mari kita kembali sejenak ke kata kampret yang menjadi teaser dalam artikel ini. Ternyata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) ”kampret” itu artinya, “kelelawar kecil pemakan serangga dengan hidung yang berlipat-lipat” atau dalam bahasa ilmiahnya disebut dengan Microchiroptera.

Hmmm …….. menarik sekali. Lain kali kalau ada yang meneriaki Anda seperti ini, “Eh, Kampret lu!”, Anda tidak usah marah dan emosi. Itu artinya, ia sedang berkata, “Eh, Kamu kelelawar”, ha ha ha ….. Atau kalau kita kembali ke judul diatas maka, “Life is so Kampret” maka judulnya dapat kita ubah  menjadi “Hidup Sangat Kelelawar”, ha ha ha ………

NLP is about changing your thinking (neuro), changing the way you communicate (linguistic), and changing your behaviour (programming). Dengan merubah cara kita berpikir, cara kita berkomunikasi maka akan merubah perilaku kita. Semoga bermanfaat.

Ketika Semuanya Menjadi Tidak Terkendali

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak masalah yang kita hadapi. Terkadang masalah yang satu belum selesai, sudah muncul lagi masalah yang lain. Capek rasanya secara fisik maupun mental untuk mengatasi masalah yang ada. Dalam artikel kali ini, saya akan bercerita mengenai keadaan yang sangat chaotic atau tidak terkendali dan bagaimana yang harus kita lakukan. Semoga tulisan ini dapat menghibur Anda dan memberikan semangat baru lagi dalam mengatasi masalah yang ada. Nah, apa yang harus kita lakukan pada saat kondisi yang sama terjadi pada diri kita? Silakan nikmati tulisan dibawah ini.

Sudrun dan Kegalauannya
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang jatuh cinta dengan teman kuliahnya. Sebutlah nama pemuda itu Sudrun dan cewek yang ditaksirnya itu bernama Sandra. Karena saking ngebetnya Sudrun sudah tidak tahan lagi ingin “nembak” Sandra. Namun, Sudrun ternyata bukanlah tipe orang yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Dia menuliskan pemikirannya tersebut dalam selembar surat yang dimasukkan ke dalam amplop dan kemudian Sudrun meminta bantuan adiknya Sandra untuk memberikan kepada kakaknya tersebut dengan iming-iming akan diberikan sejumlah uang apabila misinya tersebut berhasil. Berhubung adik Sandra ini masih polos maka dia langsung membawa surat tersebut pulang ke rumah.

Sehari berlalu, dua hari, tiga hari, sampai seminggu masih belum ada kabar dari Sandra. Rasa cemaspun menghinggapi diri Sudrun. Dengan rasa penasaran yang besar dia menemui adiknya Sandra dan menanyakan ada apa gerangan hingga sampai sekarang masih belum ada jawaban dari Sandra. Dengan polosnya adik Sandra berkata, bahwa suratnya sudah dicoba diberikan kepada Sandra. Namun pada saat surat itu ingin diberikan, kakaknya tidak berada di rumah maka surat ini diberikan kepada ayahnya. “Mati aku!”, kata Sudrun dalam hati. “Terus, apa yang terjadi kemudian?”, kejar Sudrun. Dengan perasaan tidak bersalah, sang adik berkata, “Setelah dibaca, suratnya diminta oleh ayah saya dikembalikan kepada Kak Sudrun”.

Pikiran Sudrun pun tambah galau karena sampai sekarang suratnya tidak sampai pada dirinya. Dia kembali bertanya, “Kepada siapa surat itu kamu berikan? Sampai sekarang saya belum menerimanya”. “Nah itulah masalahnya Kak Sudrun, berhubung waktu itu kakak tidak berada di rumah, yang ada cuma ayah Kak Sudrun, maka surat itu saya berikan kepada ayah kak Sudrun” kata si adik. Sekonyong-konyong kaki Sudrun langsung lemas tidak bertenaga karena kegalauannya sudah memuncak.

Cerita diatas mungkin mengundang senyum dan tawa ketika melihat permasalahan yang dialami tokoh kita, si Sudrun. Namun, tidak demikian halnya apabila masalah yang sebenarnya dialami oleh diri kita. Bisa pusing tujuh keliling.

Nah, kalau begitu apa dong yang harus kita lakukan pada saat kita berada pada situasi yang tidak terkendali? Ini adalah tipsnya:

  1. Tenangkan dulu diri kita karena semakin panik pikiran kita, semakin kacau tindakan kita. Ingat!, “Orang yang emosinya sedang berada di titik tertinggi, logikanya berada di titik yang paling rendah”.
  2. Terima dahulu kenyataan yang ada. Semakin cepat kita menerima kenyataan yang ada semakin cepat kita berdamai dengan diri kita dan semakin cepat stress juga tersebut mereda. Semakin kita memberontak, maka akan semakin besar energi yang kita keluarkan dan semakin lama proses pendamaian dalam hati akan terjadi.
  3. Apabila kita mampu untuk langsung menyelesaikan permasalahan yang ada, selesaikanlah saat itu juga.
  4. Namun, apabila permasalahan yang terjadi tersebut belum mampu diselesaikan, sadarilah. Dengan menyadari masalah yang ada, artinya kita tidak lari dari kenyataan yang ada dan secara berangsur-angsur konflik yang terjadi dalam pikiran kita akan mereda.
  5. Dan terakhir adalah dengan penuh semangat berusaha untuk menambah sumber daya – sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah yang ada sampai masalah tersebut dapat diselesaikan.

Semoga bermanfaat.

~ Live the life you want to live & make sure it is useful!

Masukkan Seekor Ikan Hiu Dalam Tangki Hidup Anda

Seperti biasa, begitu bangun pagi saya langsung membuka laptop saya. Waktu 24 jam terasa tidak cukup. Jadi harus pintar-pintar membagi waktu agar dapat menyelesaikan tugas-tugas yang harus dilakukan, termasuk menulis artikel ini agar dapat selesai tepat pada waktunya.

Setelah membuka laptop, tiba-tiba saya teringat cerita ikan hiu inspiratif yang pernah saya baca dulu. Walaupun kondisi penyimpanan ikan dewasa ini sudah sangat maju dan mungkin juga kondisi penyimpanan ikan di bawah sudah tidak sesuai lagi dengan teknologi saat ini, namun efek dari morale story-nya sangat luar biasa. Saya tidak tahu siapa pertama sekali yang menulis cerita ini, namun tidak ada salahnya saya mengucapkan terima kasih atas ceritanya ini.

Berikut ini adalah ceritanya …..  Jepang adalah bangsa yang sangat menyukai ikan segar. Hal ini bisa dilihat dari makanannya yang banyak terdiri dari ikan-ikan segar dalam sushi atau sashimi yang dihidangkan. Kesegaran ikan adalah kunci utama dalam menentukan nikmat tidaknya sushi atau sashimi tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan ikan tetap dalam keadaan segar pada saat mencapai daratan.

Awalnya teknik penyimpanan ikan dalam kapal adalah dengan diberi es dan ditaburi garam. Dengan cara ini diharapkan ikan-ikan yang dimasukkan dalam tempat penyimpanan ini dapat tetap segar selama dalam perjalanan. Namun kenyataannya ikan tidak terlalu segar lagi pada saat mencapai daratan karena memang sudah mati waktu dalam perjalanan.

Belajar dari hal ini, nelayan Jepang memperbaiki metode penyimpanan ikannya dengan membuat tangki penampungan ikan yang lebih besar dengan air laut di dalamnya sehingga ikan-ikan yang ditangkap dapat berenang di dalam tangki berisi air laut ini. Cara ini lebih baik daripada cara sebelumnya. Namun sebelum sampai di daratan, ikan-ikan ini sudah mati lemas terlebih dahulu.

Nelayanpun kembali memutar otak untuk mencari cara yang lebih baik lagi. Kali ini, nelayan tetap menggunakan tangki seperti diatas, namun perbedaannya sekarang adalah tangki tersebut diisi dengan seekor ikan hiu kecil. Memang ikan hiu ini memangsa beberapa ikan yang ada di dekatnya namun mayoritas ikan tetap hidup pada saat sampai di daratan.

Kenapa ikan-ikan ini dapat tetap hidup tidak seperti ikan-ikan sebelumnya yang tidak memiliki ikan hiu dalam tangki penampungannya? Ternyata dengan hadirnya seekor ikan hiu membuat mereka lebih waspada terhadap predator yang dapat memangsa mereka setiap saat. Mereka terus berenang menjauhi ikan hiu yang bergerak mendekat ke arah mereka.

Morale of the story
Ikan hiu yang dimaksudkan dalam cerita diatas adalah masalah atau tantangan yang kita jumpai dalam hidup. Bisa dalam karir, rumah tangga, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Ikan hiu atau masalah, tantangan, ancaman, dsb. dapat kita gunakan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Dengan adanya ikan hiu ini, ikan menjadi lebih waspada dan terus bergerak. Sama halnya dengan manusia, dengan adanya masalah, tantangan, ancaman yang ada disekitar kita, hal ini dapat membuat kita untuk lebih waspada, terus bergerak, dipaksa keluar dari comfort zone, menjadi fleksibel dengan cara-cara baru, stretching our limit (menembus limit kita sekarang), dsb.

Brian Tracy, seorang success coach, mengatakan ada 2 hal yang menghalangi manusia untuk maju: 1. Homeostatis, suatu keadaan untuk terus di status-quo dan 2. Psychosclerosis, suatu keadaan dimana manusia tidak fleksibel lagi terhadap keadaan. Kedua hal tersebut membuat orang takut meninggalkan comfort zone-nya.

Dengan memasukkan seekor ikan hiu dalam tangki hidup kita maka akan membuat kita dipaksa untuk keluar dari keadaan status-quo dan menjadi fleksibel mempelajari hal-hal baru yang dapat mendukung kita mencapai tujuan kita. Sudahkah Anda memasukkan seekor ikan hiu dalam tangki hidup Anda?

~ LIVE A LIFE YOU WANT TO LIFE & MAKE SURE IT IS USEFUL!

 

Thank You 2012 & Welcome 2013

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2012. Banyak hal yang sudah dilewati selama tahun ini. Baik hal-hal yang menyenangkan maupun hal-hal yang tidak menyenangkan. Inilah dua hal yang paling diingat oleh manusia, yaitu hal yang paling membahagiakan dan hal yang paling tidak membahagiakan. Sisanya, pengalaman yang biasa-biasa saja, cenderung terlupakan atau tidak terlalu berbekas dalam ingatan. Kenapa demikian? Jawabannya adalah karena pengalaman “biasa-biasa” yang tidak didasari oleh suatu emosi tertentu, terlepas dari apakah itu emosi positif atau emosi negatif cenderung untuk dilupakan. Contohnya adalah seperti ini, kalau saya tanya “apakah Anda masih ingat kaki mana yang pertama kali melangkah keluar dari pintu rumah pagi ini?” Apakah Anda dapat menjawabnya dengan 100% tingkat keyakinanan? Hmmm…. kelihatannya tidak mudah bukan? Memang benar, tidak segampang yang dipikirkan. Walaupun pilihan jawabannya cuma ada dua, yaitu kaki kanan dan kaki kiri, namun biasanya orang tidak yakin sepenuhnya dengan jawabannya tersebut.

Belum mau menyerah? Mau coba sekali lagi? :). Silahkan. Please take your time. Bagaimana? Tetap tidak 100% yakin bukan ….?

Ceritanya akan menjadi berbeda apabila pada saat melangkah melewati pintu tersebut, kaki kanan Anda menginjak sesuatu, misalnya seekor kecoa, dan Anda kaget karena tidak mengantisipasi hal itu. Dengan adanya kejadian ini, Anda pasti yakin 100% kaki mana yang melewati pintu rumah di pagi hari untuk yang pertama kalinya. Kenapa demikian? Tidak lain tidak bukan adalah karena ada emosi yang melandasinya, yaitu emosi kaget pada saat tidak sengaja menginjak kecoa.

Leave all the ngative emotions and preserve all the learnings. Jangan terjebak dalam keadaan emosi negatif yang tidak membuat diri kita lebih baik. Kuncinya adalah tinggalkan semua yang jelek (emosi-emosi negatif) dan simpan semua yang bagus (makna pembelajaran). Dalam setiap kejadian, dua hal ini; emosi dan makna pembelajaran selalu mengikuti setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Banyak orang yang salah dalam mengambil makna dari setiap kejadian, dimana mereka lebih sering menggenggam emosi negatif daripada mengambil makna pelajaran yang terkandung di balik kejadian tersebut. Misalnya, di tahun 2012 pernah gagal dalam berbisnis. Dari kejadian ini, orang cenderung untuk menggenggam emosi negatif (misalnya: takut, malu, minder, dsb.) dan tidak mengambil makna pembelajaran positif dari kejadian ini.

Daripada menggenggam emosi negatif, lebih baik lepaskan emosi negatif atas perasaan takut ini, dan ambil makna pembelajaran dari kejadian ini sehingga dikemudian hari apabila ketemu dengan kejadian yang serupa kita tidak perlu menghadapinya dari nol lagi karena sudah ada pembelajaran yang kita miliki.

Saya akan mengambil contoh lain yang agak ekstrim, misalnya pada suatu waktu di masa lampau pernah digigit oleh seekor ular. Akibatnya, terjadi emosi negatif berupa phobia atas ular. Daripada menggenggam emosi negatif, lebih baik tinggalkan emosi negatif tersebut dengan mencari cara untuk menghilangkan phobia tersebut (untuk cara menghilangkan phobia dengan teknik NLP, silakan baca teknik Fast Phobia Cure di sini). Dan, yang lebih penting lagi adalah mengambil makna pembelajaran dari kejadian digigit ular tersebut sehingga kapanpun di kemudian hari kita bertemu dengan ular maka kita sudah tahu (hasil dari pembelajaran  kejadian sebelumnya) bahwa ular adalah binatang yang dapat menggigit dan hasilnya bisa fatal. Dengan demikian maka kita tidak perlu takut lagi pada saat ketemu ular, alih-alih kita dapat menghadapi kejadian ini dengan baik berbekal pembelajaran yang kita miliki sebelumnya, misalnya jangan berdiri dekat-dekat dengan binatang berbisa ini.

Lebih lanjut lagi, kalau saya tanya “Dari skala 0 sampai 10, berapa nilai yang akan Anda berikan terhadap diri Anda untuk tahun 2012?” Kira-kira, berapa nilai yang Anda berikan? Coba ambil waktu sejenak untuk menjawabnya.

Excellent!, berapapun jawaban Anda, itu adalah hasil yang Anda lakukan selama tahun 2012. Ucapkan terima kasih atas apa yang telah Anda lalui di tahun 2012 karena banyak pengalaman dan pembelajaran yang dapat diambil dari sini. Untuk yang belum merasa puas dengan nilainya, jangan merasa sedih dan berputus asa karena kesempatan masih terbuka lebar di tahun 2013. Untuk yang nilainya sudah bagus, saya ucapkan “Selamat!” Silahkan dipertahankan dan apabila masih ada room for improvement, silahkan ditingkatkan lagi.

Akhir kata, inti dari semuanya ini adalah mari ambil makna pembelajaran dari setiap kejadian yang ada dan tinggalkan emosi negatifnya. Dan yang tidak kalah penting lagi adalah jangan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat (perbuatan-perbuatan tidak bermanfaat yang dilakukan melalui pikiran, ucapan, dan badan jasmani). Sebaliknya perbanyak perbuatan yang bermanfaat; baik melalui pikiran, ucapan, maupun badan jasmani, yang dapat membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi di tahun 2013. Thank you 2012 & welcome 2013; the year of opportunities!

~ Live the life you want to life & make sure it is useful.