Category Archives: Modeling

Guru Besar itu Bernama Konfusius

“Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tapi hebat dalam tindakan”

“Jangan lakukan pada orang lain apa yang kamu tidak mau orang lain lakukan padamu.”

“Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setelah kita jatuh”

~ Konfusius

Pada tanggal 4 April 2013 kemarin saya mendapat kesempatan yang sangat berharga mengunjungi tempat kelahiran Konfusius di Qufu, Propinsi Shandong, China. Beliau mendapat tempat yang sangat terhormat bagi banyak orang di dunia karena ajarannya yang begitu luar biasa. Bahkan di zaman lampau, 12 raja dari berbagai dinasti datang ke tempat beliau khusus untuk memberikan apresiasi atas kontribusinya yang besar. Termasuk mantan PM Singapura, Lee Kuan Yew juga mengunjungi tempat beliau untuk memberikan penghormatan atas sumbangsihnya yang besar bagi negara dan umat manusia.

Sekilas mengenai tempat Konfusius di Qufu, China. Tempat ini dibagi dalam dua bagian besar. Yang pertama disebut sebagai Confucius’s Temple, seluas 24 hektar. Dan yang kedua adalah areal pemakaman keluarga Kong seluas 240 hektar. Disinilah Konfusius dimakamkan bersama dengan semua orang yang memiliki nama keluarga atau bermarga Kong, sesuai dengan nama keluarga Konfusius, yaitu Kong.

Ajarannya dapat dikelompokkan dalam dua bagian besar yaitu: 1. Sebagai Agama, yaitu agama Kong Hu Cu, dan 2. Sebagai falsafah hidup. Dapat dikatakan bahwa semua keturunan China baik itu di negara China sendiri maupun China perantauan pasti menggunakan falsafah hidup yang diajarkan oleh Konfusius. Yang menarik adalah, tidak semua orang Chinese beragama Kong Hu Cu. Namun, dapat dipastikan bahwa semua orang Chinese menggunakan falsafah Konfusius sebagai pedoman hidupnya.

Selain itu, bukan hanya orang China saja, baik di mainland China maupun yang bertebaran di seluruh dunia atau dikenal dengan sebutan Hoakiao – China perantauan, yang menggunakan salah satu atau kedua ajarannya diatas. Bangsa-bangsa besar di luar China, seperti Jepang dan Korea banyak menggunakan pemikiran-pemikiran Konfusius dalam menjalankan pemerintahannya menuju pada kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Itu sebabnya selain sebagai seorang guru, Konfusius juga dikenang sebagai seorang statesman, ahli tata negara.

Sekilas mengenai Konfusius
Konfusius lahir pada tahun 551 SM dan meninggal pada tahun 479 SM di daerah Qufu, Propinsi Shandong, China. Walaupun beliau adalah seorang guru besar, namun hidup beliau penuh dengan penderitaan. Konfusius lahir di keluarga miskin dan pada usia 3 tahun ayah beliau meniggal dunia. Pada usia 24 tahun, ibunda beliau meninggal dunia. Dan 3 tahun sebelum beliau meninggal, putera satu-satunya meninggal dunia. Namun dibalik semua ini, beliau masih dapat mengeluarkan yang terbaik dari dirinya dan memberikan yang terbaik bagi dunia. Konfusius pernah menjabat beberapa posisi dalam pemerintahan, namun sebagian besar hidupnya dicurahkan untuk mengajar murid-murid beliau. Tercatat ada 3,000 orang yang menjadi murid beliau. Beberapa yang terkenal diantaranya adalah Mensius (Mengzi) dan Yan Hui.

Memodel Konfusius
NLP lahir dari usaha Richard Bandler dan John Grinder dalam memodel tiga orang luar biasa di zamannya, yaitu: Virginia Satir, Fritz Perls, dan Milton H. Erickson. Dari modeling ini lahirlah NLP, sebuah ilmu luar biasa yang mempelajari pikiran, ucapan, dan perilaku seseorang untuk menuju kesuksesan dan kebahagiaan.

Merupakan suatu hal yang luar biasa apabila kita dapat memodel seorang luar biasa seperti Konfusius, yang sumbangsihnya terlihat jelas bagi dunia sampai dengan saat ini. Pertanyaannya adalah apa yang harus kita model? Bagi saya, ada dua hal penting yang dapat dimodel dari orang sekaliber Konfusius ini.

Yang pertama adalah pribadi Konfusius sendiri. Konfusius adalah orang yang terpelajar, sederhana, menjunjung tinggi moralitas, dan walk the talk (melakukan apa yang dikatakan). Untuk mengubah status sosial seseorang, beliau menyarankan untuk belajar (sekolah). Dengan demikian maka orang akan berpendidikan dan dapat mengubah statusnya sekaligus nasibnya. Sepanjang hidupnya, beliau tidak pernah hidup berfoya-foya. Kesederhanaan adalah kesehariannya. Dalam hal moralitas, beliau adalah orang yang mengedepankan kesusilaan, sopan santun, tata krama, dan budi pekerti. Salah satu ucapan beliau yang terkenal selaras dengan walk the talk adalah “Jangan lakukan pada orang lain apa yang kamu tidak mau orang lain lakukan padamu.”

Dan, yang kedua adalah nilai-nilai universal yang diajarkan oleh beliau. Nilai-nilai seperti: bakti kepada orang tua, rendah hati, kesetiaan, dapat dipercaya, kesusilaan, kebijaksanaan, hidup sederhana, dan tahu malu, adalah nilai-nilai universal yang dapat kita model dan install dalam diri kita. Nilai-nilai ini adalah nilai-nilai yang akan membawa kemajuan bagi orang-orang yang mau meng-install-nya dalam dirinya.

Apabila kita memodel dan mempraktekkan karakteristik dan nilai-nilai yang diajarkan oleh beliau maka kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dari sisi kualitas maupun moralitas. Dari kumpulan pribadi-pribadi yang berkualitas ini maka kita akan menjadi bangsa yang besar. Dari bangsa yang besar akan menjadi negara yang besar dan sejahtera. Dan negara itu adalah Indonesia.

Semoga bermanfaat.