Category Archives: NLP Success Model

4 Prinsip Sukses dalam NLP

Sukses dengan NLPTujuan setiap orang adalah melakukan perubahan atau transformasi dari “Keadaan Sekarang” menuju “Keadaan Diinginkan”. Dalam bahasa teknis NLP, “Keadaan Sekarang” disebut dengan “Present State” dan “Keadaan Diinginkan” disebut sebagai “Desired State”.

Pada saat seseorang menginginkan sesuatu, maka pada saat itu terjadi gap atau jarak antara “Keadaan Sekarang” dengan “Keadaan Diinginkan”. Jarak inilah yang perlu dikelola sehingga dari “Keadaan Sekarang” dapat bergerak menuju “Keadaan Diinginkan”. Untuk mencapai keadaan ini, ada 4 hal yang perlu dilakukan, yaitu:

1. OUTCOME
Outcome adalah merupakan suatu gambaran terperinci yang ingin dicapai. Tanpa adanya outcome maka ibarat orang bergerak tanpa arah. NLP mensyaratkan adanya Well-formed Outcome (lihat cara membuat Well-formed Outcome) agar “Keadaan Diinginkan” dapat dicapai secara efektif dan ekologis.

2. ACTION
Sesudah suatu Well-formed Outcome dibuat, maka langkah berikutnya adalah melakukan action atau mengambil tindakan. Tanpa adanya suatu tindakan maka semuanya hanya berada di tingkatan angan-angan saja. Ibarat pepatah “Sedikit sedikit lama-lama jadi bukit”, satu tindakan kecil setiap hari secara konsisten akan mengakibatkan akumulasi tindakan yang besar yang dapat merubah hidup seseorang.

3. SENSORY ACUITY
Dalam proses melakukan action dari “Keadaan Sekarang” menuju “Keadaan Diinginkan”, perlu adanya suatu sensory acuity atau kepekaan inderawi untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan telah berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Ketiadaan sensory acuity dapat mengakibatkan orang tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan ternyata bergerak menjauhi tujuan yang diinginkan.

4. FLEXIBILITY
Selama proses diatas, diperlukan adanya suatu penyesuaian-penyesuaian perilaku untuk mencapai apa yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena sepanjang perjalanan dari “Keadaan Sekarang” menuju “Keadaan Diinginkan” tidak selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Ada kalanya keadaan di lapangan tidak berjalan sesuai dengan apa yang diperkirakan yang menuntut adanya penyesuaian.
Apabila proses-proses tersebut dianalogikan dalam perjalanan seorang pilot, misalnya dari Jakarta menuju Denpasar, maka outcome-nya dalam hal ini adalah adalah sampai di kota Denpasar. Untuk mencapai outcome tersebut maka pilot perlu mengambil action atau tindakan, yaitu menerbangkan pesawatnya dari Jakarta menuju Denpasar. Tanpa adanya suatu tindakan maka semua hal yang direncanakan menjadi tidak berguna sama sekali.

Sensory Acuity atau kepekaan inderawi diperlukan untuk menyadari jalannya aksi yang dilakukan apakah mengarah menuju pada “Keadaan Diinginkan” (Denpasar) atau malah sebaliknya, malah menjauhi “Keadaan Diinginkan”. Selama proses tersebut diperlukan suatu fleksibilitas atas penyesuaian tindakan yang diperlukan agar pesawat dapat berjalan sesuai dengan arah yang terdapat pada kompas (penentu arah) sehingga tujuan dari “Keadaan Diinginkan” dapat tercapai.

Kunci sukses dari pergerakan “Keadaan Sekarang” menuju “Keadaan Diinginkan” adalah waktu. Semakin cepat seseorang mencapai “Keadaan Diinginkan” maka semakin tinggi tingkat kesuksesan seseorang. Sebaliknya, semakin lambat seseorang bergerak dari “Keadaan Sekarang” menuju “Keadaan Diinginkan” maka akan membuat orang tersebut demotivasi dan tingkat kegagalannya akan semakin besar.

Semoga bermanfaat dan selamat berpetualang di dunia NLP yang magical.

~ Live the life you want to life & make sure it is useful.