Category Archives: Representational System

Representational Systems – Isi Pikiran Manusia

Manusia menggunakan panca inderanya untuk menyadari keberadaan dunia luar (external experience) dan juga merepresentasikan “dunia luar” tersebut dalam pikiran mereka dengan kode-kode khusus. Dalam NLP, cara mengetahui, menyimpan dan mengkodekan informasi dalam pikiran, seperti: melihat, mendengar, merasakan, mencecap, dan membaui – dikenal dengan sebutan representational systems (sistem representasi).

Lebih lanjut lagi, ketika seseorang berpikir, orang tersebut cenderung lebih senang untuk menggunakan satu atau dua sistem representasi terlepas dari apa yang sedang dipikirkannya. Banyak orang dapat melihat gambar yang jelas dalam pikirannya dan oleh karena itu lebih cenderung berpikir menggunakan gambar yang muncul silih berganti dalam pikirannya tersebut. Tipe orang seperti ini disebut dengan tipe VISUAL. Orang lain mungkin menemukan bahwa cara ini lebih sulit. Mereka lebih senang mendengarkan atau menggunakan kata-kata. Tipe orang seperti ini disebut dengan orang tipe AUDITORY. Lainnya mungkin lebih terbiasa dengan perasaan mereka. Tipe orang seperti ini disebut dengan orang tipe KINESTHETIC. Pada saat orang lebih cenderung menggunakan salah satu sistem representasi dibanding dengan sistem representasi yang lain, maka dalam NLP kita menyebutnya dengan preferred system (sistem yang lebih disukai) atau lead system (sistem yang memimpin). Orang yang sering menggunakan salah satu preferred system akan lebih piawai dalam menggunakan salah satu sistem representasi tersebut dan dapat membuat perbedaan yang lebih jelas dibanding dengan apabila orang tersebut menggunakan sistem representasi yang lain.

Secara umum, sistem representasi disingkat dengan VAKOG, yaitu:

V – Visual = penglihatan, A – Auditory = pendengaran, K – Kinhestetic = perasaan, O – Olfactory = penciuman, & G – Gustatory = pengecapan.

NLP cenderung menggunakan VAK sedang O dan G, walaupun penting, jarang digunakan sebagai sistem yang dominan. Keduanya; Olfactory & Gustatory lebih sering dikategorikan dalam Kinesthetic. Mungkin muncul pertanyaan dalam diri kita kenapa harus digabung dengan Kinesthetic bukan yang lainnya? Jawabannya adalah karena semua sistem representasi (VAKOG) pasti ujung-ujungnya akan mengkristal atau bermuara pada Kinesthetic atau disebut juga dengan “Meta K”, yaitu suatu perasaaan (apakah itu suka atau tidak suka).

Orang-orang yang memiliki skill yang tinggi diberbagai bidang yang berhubungan dengan komunikasi adalah orang-orang yang memiliki kemampuan menggunakan sistem representasi yang berbeda-beda yang dengan mudah berpindah dari satu sistem representasi ke sistem representasi lain sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, pada saat berbicara di depan publik, sangat dianjurkan untuk menggunakan kata-kata predikat yang mewakili Visual (melihat, menggambarkan, dll.), Auditory (mendengar, kedengarannya, dll.), dan Kinesthetic (saya rasa, sesuatu yang dipegang, dll.) dengan tujuan agar audience yang mendengarkan yang terdiri dari berbagai preferred system yang berbeda-beda merasa nyaman seolah-olah kita berbicara dengan bahasa mereka sehingga apa yang disampaikan lebih mudah dicerna dan dimengerti.

Semoga bermanfaat dan SALAM NLP!

~ Live the life you want to live & make sure it is useful!