Pilihan yang Bersumber Daya

Satu hari saya mengamati percakapan dua orang sahabat saya mengenai perjalanan hidup mereka. Berhubung keduanya sudah cukup lama tidak bertemu, langsung mereka bertegur sapa dan membuka pembicaraan sampai akhirnya salah satu dari mereka menanyakan bagaimana perjalanan karir dalam hidup mereka. Sesuatu yang menarik dimulai. Teman yang kurang sukses berkata: “Biasa saja Bro. Masih eight to five (masih bekerja sebagai karyawan). Belum ada banyak peningkatan.” Mendengar hal ini, teman yang sukses menjawab: “Itu pilihankan Bro”. Memang kelihatannya jawaban teman yang sukses itu sederhana dan sekenanya saja. Namun memiliki makna yang dalam dan benar adanya.

Hidup kita sekarang adalah hasil dari pilihan-pilihan yang kita buat di saat lampau. Apabila kita membuat pilihan-pilihan yang tepat di masa lampau maka kita akan menikmati buahnya di saat sekarang. Bagi yang belum menikmati buahnya di saat sekarang jangan berkecil hati karena pilihan-pilihan yang kita buat saat ini akan menentukan hidup kita di masa yang akan datang. So, kesempatan masih ada dan masih terbuka lebar. Jadi, bagi yang belum berhasil don’t worry. Bagi yang sudah berhasil keep going. Ngomong-ngomong tentang keberhasilan, sebenarnya apapun yang kita lakukan sudah berhasil atau dengan kata lain sudah ada hasilnya. Masalahnya adalah apakah hasil tersebut kita inginkan atau tidak.

One option is no option. Ini adalah salah satu presuposisi dalam NLP yang mengatakan bahwa sebenarnya memiliki satu pilihan sama dengan tidak memiliki pilihan. Apabila ada orang yang tidak puas dengan hidupnya, dapat dipastikan bahwa orang tersebut tidak memiliki banyak pilihan yang bersumber daya dalam hidupnya. Sebagai contoh apabila kita mengeluh mengenai pekerjaan kita di kantor yang begitu-begitu saja maka itu berarti kita belum memiliki pilihan lainnya dalam mata pencaharian kita yang dapat kita andalkan untuk menopang hidup kita. Namun, apabila kita memiliki pilihan beberapa streams of incoms atau sumber penghasilan maka kita tidak akan mengeluhkan pekerjaan kita yang ada sekarang karena kita memiliki pilihan yang lain yang dapat kita pilih sesuai dengan keinginan dan kesukaan kita.

More options is better than no option. Memiliki pilihan adalah lebih baik daripada tidak memiliki pilihan. Dengan memiliki banyak pilihan-pilihan yang bersumber daya maka kita tidak akan terjebak dalam kerumitan hidup yang disebabkan oleh karena tidak memiliki pilihan. Pilihan bersumber daya di sini adalah pilihan-pilihan yang bukan sekedar asal pilihan, namun pilihan yang mampu membawa kita mencapai outcome tujuan hidup kita yang kita diinginkan.

Namun, berapa jumlah yang ideal untuk pilihan yang perlu kita miliki? Jujur saya tidak tahu, tidak ada satu angka pasti yang pas untuk setiap orang karena setiap orang adalah unik dan berbeda dalam mengelola jumlah pilihan yang ada. Untuk batas bawah (minimal), saya cenderung mengatakan minimal tiga agar tidak terlalu sedikit. Namun untuk batas atas (maksimal), saya lebih cenderung mengatakan sejumlah chunks atau bagian yang dapat Anda kelola, bisa lima, bisa tujuh, bisa sepuluh atau lebih tergantung kemampuan Anda dalam me-manage pilihan-pilihan yang ada. Saran saya untuk yang baru memulai, tiga adalah angka yang cukup baik agar tidak terlalu overload atau berlebihan sehingga tidak membuat Anda pusing sendiri dengan pilihan-pilihan yang terlalu banyak. Semoga bermanfaat.

~ Live a life you want to live & make sure it is useful.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image