Product Launching with NLP

Minggu lalu saya mengunjungi dua negara ASEAN; Malaysia dan Kamboja dalam rangka peluncuran produk baru di bidang Consumer Health Care, yaitu VFRESH, roll on aromatherapy medicated oil, keluaran Cap Lang. Suatu pengalaman yang unik dan jarang terjadi bagi saya karena mengambil tempat di negara orang dan pula jarang-jarang ada produk asli made in Indonesia yang dapat merambah ke pasar di luar Indonesia. Sebuah kebanggaan tersendiri dan juga tentunya menambah pengalaman dalam melakukan product launching di negeri orang.

VFRESH - All Variants

Seperti yang diperkirakan semula, melakukan product launching di luar negeri memakan persiapan lebih banyak daripada melakukan product launching di dalam negeri. Mulai dari mempersiapkan produk yang akan dijual disana, membuat presentasi sampai pada hal yang lebih sederhana seperti mengatur jadwal perjalanan, memesan tiket pesawat, sampai pada menentukan dimana harus tinggal. Pekerjaan persiapan ini menambah pressure dalam bekerja terutama pada saat tiket yang sudah di booking tiba-tiba dibatalkan secara sepihak oleh pihak maskapai penerbangan pada last minute karena pengurangan jadwal penerbangan untuk sektor Jakarta – Penang, sehingga saya harus kembali sibuk untuk memilih jadwal penerbangan lain. Dan tentunya dengan harga yang lebih mahal karena waktu pemesanan sudah mepet. Argh ….! Sebuah pekerjaan tambahan yang seharusnya tidak perlu.

Berbicara di hadapan lebih dari 120 orang whole sellers dari seluruh Malaysia (East & West Malaysia) ditambah dengan principals dari berbagai perusahaan yang menghadiri acara tersebut tentu membuat jantung berdegup lebih kencang. Apalagi bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris yang tentunya sangat berbeda dari bahasa ibu yang biasa saya gunakan sehari-hari, yaitu bahasa Indonesia. Untungnya pengalaman sebagai pembicara publik dan pengetahuan di bidang NLP ditambah dengan kebiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam pekerjaan sehari-hari banyak membantu saya selama presentasi sehingga acara launching dapat berjalan dengan lancar. Bahkan, setelah acara launching banyak principal dari perusahaan lain yang memberikan selamat karena mereka cukup terkesan dengan produk dan pembawaan yang dibawakan secara lugas. Tentunya ini bukan karena saya yang pintar, namun lebih semata karena kebiasaan berbicara di depan publik. Selain itu, NLP ternyata sangat membantu saya dalam hal ini karena NLP mengajarkan bahwa dalam melakukan selling ada dua aspek penting yang harus diperhatikan yaitu: 1. Product Knowledge (pengetahuan mengenai produk) dan 2. People Knowledge (pengetahuan mengenai orang; bagaimana meng-handle diri sendiri dan juga meng-handle audience). Dua hal yang saya persiapkan sebaik mungkin sebelum berangkat.

Beda Malaysia, beda lagi dengan Kamboja. Negara yang berpenduduk 14 juta orang ini ternyata sedang pesat-pesatnya berbenah mengejar ketertinggalannya dari negara-negara tetangganya. Jarak antara yang kaya dengan yang miskin sangat kentara. Mobil-mobil mewah seperti Lexus, Hummer, Range Rover, Mercedes Benz, dsb. banyak berseliweran di jalan-jalan ibu kota Phnom Penh. Bahkan mobil mewah yang tidak pernah kedengaran namanya, seperti Escalade ikut meramaikan jalanan ibu kota. Dan menariknya lagi, semua mobil-mobil ini usianya tidak lebih dari 3 tahun atau dengan kata lain masih brand new! Ternyata Kamboja mulai berkembang secara pesat sejak tiga tahun terakhir, yaitu sejak masuknya investasi asing dari negara-negara luar dan juga karena keamanan dalam negeri yang sudah mulai kondusif di bawah pimpinan PM Hun Sen. Namun, ada satu hal penting yang saya perhatikan trip di Kamboja, yaitu infrastruktur penunjang dan tata kelola kota yang baik. Apabila pemerintah Kamboja tidak segera membenahi sarana publiknya maka dalam waktu dekat dapat berubah seperti jalanan di Jakarta yang penuh dengan kemacetan.

Pada saat masuk ke pasar, rata-rata pasar yang dijumpai adalah pasar tradisional yang tidak jauh berbeda dengan pasar becek yang biasa kita lihat disini, mungkin jauh lebih tradisional daripada pasar yang ada di Jakarta. Pedagang dan pembeli bertemu melakukan transaksi dan berbicara dalam bahasa Khmer. Sebuah bahasa yang mirip dengan bahasa Thailand, yang sama sekali tidak dikenali oleh auditory (indera pendengaran) saya. Selain perbedaan linguistic, hal lainnya yang membedakan dari pasar tradisional di Kamboja ini adalah makanannya yang exotic yang tidak biasa kita temui. Makanan serangga seperti belalang, kecoa, laba-laba, kalajengking, dsb. adalah hal lumrah disana. Bagi yang adventurous dan gustatory-nya (pengecapannya) terbiasa dengan makanan eksotik seperti ini tentu bukan merupakan suatu masalah. Namun bagi saya yang tidak terbiasa, makanan seperti ini bukanlah sesuatu yang yummy! Bagi Anda yang ingin berkunjung kesana tidak usah memusingkan mata uang yang digunakan karena Kamboja adalah negara yang menggunakan dua mata uang dalam negaranya, yaitu: Riel (mata uang Kamboja) dan US Dollar. Keduanya diterima secara sama baiknya, dengan nilai tukar yang berbeda.

Terlepas dari hal-hal diatas, ternyata produk Indonesia diapresiasi cukup baik di Kamboja. Masyarakat disana menilai produk Indonesia memiliki kualitas yang bagus dan harga yang kompetitif. Termasuk produk VFRESH yang saya tawarkan disana disambut dengan sangat antusias. Dari perbincangan dengan pemilik toko sampai pada consumer test pada konsumen langsung yang dilakukan dengan bantuan penerjemah, semuanya memberikan komentar yang positif, yang mana hal ini adalah modal bagus untuk berhasilnya suatu produk.

Melalui kerja keras dan karya nyata anak bangsa, produk Indonesia mampu berbicara di negara lain dan berkompetisi dengan produk-produk luar. Mengutip salah satu presuposisi NLP: “Anything is Possible”, tidak ada yang tidak mungkin sepanjang kita mau memperjuangkan dan merealisasikannya. Demikian sharing pengalaman saya selama seminggu mengunjungi Malaysia dan Kamboja. Semoga bermanfaat.

~ Live a life you want to live & make sure it is useful.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image