Sucessful Marketing with NLP – Bagian 2

Dan, untuk kelompok yang terakhir atau ketiga adalah VALUE. Tujuan dari value adalah untuk mendapatkan heart share dari pelanggan. Bagian ini terdiri dari:

7. Brand
Brand atau merek adalah value indicator dari sebuah produk. Sebuah merek memiliki nilai yang nilainya bisa melampaui seluruh aset perusahaan (pabrik, mesin, tanah, dsb.) apabila dijual. Sebuah merek misalnya; Coca cola, apabila dijual bisa melampaui seluruh nilai aset fisiknya di seluruh dunia.

Merek memainkan peranan yang sangat penting. Dua buah merek berbeda akan memiliki value yang berbeda. Sebuah sepatu olah rage, dengan model dan kualitas yang sama buatan Tangerang akan memiliki value yang berbeda apabila dilekatkan dengan merek Nike dan yang satu lagi merek Spotec.

8. Process
Perusahaan yang berorientasi pada pelanggan juga harus memperhatikan proses dari awal sampai akhir sebuah proses transaksi berjalan. Perusahaan harus memastikan bahwa proses penerimaan order, proses produksi, sampai proses pengiriman barang ke konsumen, bahkan sampai after sales service-nya berjalan dengan lancar. Tidak bisa dibayangkan apabila produk yang sudah di order pelanggan, misalnya kulkas, sampainya sebulan kemudian. Tentu pelanggan manapun akan kecewa terhadap proses perusahaan yang tersendat-sendat. Untuk itu diperlukan sebuah supply chain yang kuat agar perusahaan dapat melayani pelanggannya dengan baik.

9. Service
Pada akhirnya semua perusahaan adalah perusahaan jasa. Walaupun produk yang dijual adalah produk tangible (produk yang memiliki bentuk secara fisik). Namun perlu diperhatikan bahwa sepanjang perjalanan mengkonversikan penjualan, banyak melibatkan service atau proses pelayanan.

Meningkatnya pendidikan suatu negara akan mengakibatkan pelanggan semakin demanding. Mereka tidak mudah dipuaskan karena mereka tahu akan hak-haknya. Agar dapat sukses sebagai perusahaan yang berorientasi marketing, Anda harus memperhatikan bagaimana front liner Anda berhubungan dengan pelanggan apabila Anda tidak mau kehilangan pelanggan potensial Anda.

Ada satu cerita lucu sehubungan dengan pelayanan yang saya alami berkenaan pada waktu saya dengan keluarga masuk ke sebuah restaurant untuk makan siang di sebuah mall di daerah Puri Indah, Jakarta Barat. Sewaktu pelayannya menghampiri meja saya untuk take order, mukanya cemberut. Tentu ini bukan kondisi yang ideal. Siapapun pasti tidak ingin dilayani oleh pelayan yang cemberut. By design saya berkata: “Kalau mau saya order, senyum dulu dong. Kalau belum senyum saya tidak akan order”. Mungkin kaget karena belum ada pelanggan yang melakukan itu sebelumnya, pelayan itupun kemudian tersenyum dan saya pun memesan makanan yang saya ingin makan. Dengan linguistic yang sederhana, state pelayan itu berubah dari cemberut menjadi tersenyum. Dan sayapun happy karena bisa mengubah orang tersebut menjadi lebih bersumber daya sehingga dia dapat melayani pelanggan lainnya dengan hati riang gembira dan senyum mengembang. Dengan senyum yang mengembang, saya tambahkan, “Nah begitu dong. Dengan senyumkan lebih baik”. Dan, senyumnya pun semakin mengembang.

Sebagai penutup, selling bukanlah marketing dan marketing bukanlah hanya 4P (product, price, place, & promotion). Marketing lebih dari itu, yang minimal terdiri dari: 1. STRATEGY (1. Segmentasi, 2. Targeting, 3. Positioning), 2. TACTIC (4. Marketing Mix, 5. Differentiation, 6. Selling), dan 3. VALUE (7. Brand, 8. Process, 9. Service).

Sebelum Anda melahirkan sebuah produk, lakukanlah 9 Marketing Fundamental diatas sehingga kans suksesnya semakin besar. Semoga bermanfaat.

One thought on “Sucessful Marketing with NLP – Bagian 2

  1. Pingback: Successful Marketing With NLP | Coach Tatang's Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image