Tag Archives: Kebiasaan

The Power of Habit – Part 1

Keseharian hidup kita tidak terhindar dari kebiasaan. Dari bangun tidur sampai tidur kembali semua bersentuhan dengan kebiasaan. Kebiasaan menggunakan handphone pada saat bangun tidur adalah sebuah contoh sederhana dari sebuah kebiasaan. Kebiasaan membaca koran (misal dari belakang ke depan), kebiasaan mengemudikan kendaraan dari rumah ke kantor yang melalui rute itu-itu saja, kebiasaan nonton TV, kebiasaan mengecek email pada saat pertama kali membuka komputer adalah sedikit contoh dari segudang kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam diri seseorang.

Berita baiknya adalah kebiasaan sangat membantu kita dalam melaksanakan tugas kita sehari-hari tanpa harus dipikir-pikir terlebih dahulu sehingga apa yang kita lakukan dapat berjalan dengan lancar dan otomatis. Contohnya, seorang akuntan bisa mengerjakan laporan keuangannya dengan sangat lancar tanpa harus mengingat-ingat bagaimana jurnalnya, seorang pemain basket tidak perlu menghitung-hitung jarak dirinya dengan ring basket, seorang pengemudi dapat mengendarai mobilnya dengan mudah tanpa harus memperhatikan dimana letak gas dan perseneling,  seorang tukang masak dapat memasak dengan sangat baik tanpa harus menimbang-nimbang berapa timbangan garam atau merica untuk masakannya, dsb. Semuanya dilakukan dengan sangat otomatis.

Berita buruknya adalah kebiasaan (baik yang baik maupun yang buruk) tidak dibedakan atau difilter oleh bawah sadar kita. Misalnya, hanya yang positif yang boleh masuk dan yang negatif tidak boleh masuk. Tidak begitu. Bawah sadar ini bertindak sebagai domain atau gudang yang sifatnya netral dimana semua program yang bernama kebiasaan ini disimpan. Sepanjang sebuah perilaku yang dilakukan berulang-ulang tersebut masuk dan tersimpan di bawah sadar maka kebiasaan ini akan berada di dalam orang tersebut sampai ada program lainnya yang menggantikannya. Singkatnya pikiran bawah sadar manusia tidak diprogram untuk membedakan yang mana yang baik dan mana yang buruk, bermanfaat atau tidak bermanfaat. Sepanjang dilakukan berulang-ulang maka sebuah perilaku memiliki potensi untuk menjadi kebiasaan yang bersifat otomatis dan disimpan di dalam pikiran bawah sadar manusia (unconscious mind). Itu sebabnya kenapa kebiasaan merokok, walaupun si perokok itu sendiri tahu tidak baik, namun terus dilakukan. Dan kebiasaan bangun pagi jam 05.00 menjadi sesuatu yang sangat otomatis walaupun tanpa menggunakan jam weker.

Merriam webster dictionary mendefenisikan habit atau kebiasaan sebagai: “Something that a person does often in a regular and repeated way”, atau dapat diterjemahkan sebagai “sesuatu (perilaku) yang sering dilakukan oleh seseorang secara teratur dan berulang-ulang”. Sedangkan American Journal of Psychology mendefenisikannya sebagai berikut: “A habit, from the standpoint of psychology, is a more or less fixed way of thinking, willing, or feeling acquired through previous repetition of a mental experience”, atau dalam bahasa Indonesianya berarti: “Sebuah kebiasaan, dari sudut pandang psikologi, kurang lebih adalah cara berpikir, keinginan, atau perasaan yang tertentu yang diperoleh dari pengulangan yang dilakukan sebelumnya dari sebuah pengalaman mental.

Note: Untuk mengetahui bagaimana kebiasaan terbentuk dan bagaimana menghilangkan kebiasaan buruk silahkan baca artikelnya pada link berikut: http://www.coachtatang.com/jalur-neuron-kebiasaan/

Bersambung ……