Tag Archives: sumber daya

Ketika Semuanya Menjadi Tidak Terkendali

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak masalah yang kita hadapi. Terkadang masalah yang satu belum selesai, sudah muncul lagi masalah yang lain. Capek rasanya secara fisik maupun mental untuk mengatasi masalah yang ada. Dalam artikel kali ini, saya akan bercerita mengenai keadaan yang sangat chaotic atau tidak terkendali dan bagaimana yang harus kita lakukan. Semoga tulisan ini dapat menghibur Anda dan memberikan semangat baru lagi dalam mengatasi masalah yang ada. Nah, apa yang harus kita lakukan pada saat kondisi yang sama terjadi pada diri kita? Silakan nikmati tulisan dibawah ini.

Sudrun dan Kegalauannya
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang jatuh cinta dengan teman kuliahnya. Sebutlah nama pemuda itu Sudrun dan cewek yang ditaksirnya itu bernama Sandra. Karena saking ngebetnya Sudrun sudah tidak tahan lagi ingin “nembak” Sandra. Namun, Sudrun ternyata bukanlah tipe orang yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Dia menuliskan pemikirannya tersebut dalam selembar surat yang dimasukkan ke dalam amplop dan kemudian Sudrun meminta bantuan adiknya Sandra untuk memberikan kepada kakaknya tersebut dengan iming-iming akan diberikan sejumlah uang apabila misinya tersebut berhasil. Berhubung adik Sandra ini masih polos maka dia langsung membawa surat tersebut pulang ke rumah.

Sehari berlalu, dua hari, tiga hari, sampai seminggu masih belum ada kabar dari Sandra. Rasa cemaspun menghinggapi diri Sudrun. Dengan rasa penasaran yang besar dia menemui adiknya Sandra dan menanyakan ada apa gerangan hingga sampai sekarang masih belum ada jawaban dari Sandra. Dengan polosnya adik Sandra berkata, bahwa suratnya sudah dicoba diberikan kepada Sandra. Namun pada saat surat itu ingin diberikan, kakaknya tidak berada di rumah maka surat ini diberikan kepada ayahnya. “Mati aku!”, kata Sudrun dalam hati. “Terus, apa yang terjadi kemudian?”, kejar Sudrun. Dengan perasaan tidak bersalah, sang adik berkata, “Setelah dibaca, suratnya diminta oleh ayah saya dikembalikan kepada Kak Sudrun”.

Pikiran Sudrun pun tambah galau karena sampai sekarang suratnya tidak sampai pada dirinya. Dia kembali bertanya, “Kepada siapa surat itu kamu berikan? Sampai sekarang saya belum menerimanya”. “Nah itulah masalahnya Kak Sudrun, berhubung waktu itu kakak tidak berada di rumah, yang ada cuma ayah Kak Sudrun, maka surat itu saya berikan kepada ayah kak Sudrun” kata si adik. Sekonyong-konyong kaki Sudrun langsung lemas tidak bertenaga karena kegalauannya sudah memuncak.

Cerita diatas mungkin mengundang senyum dan tawa ketika melihat permasalahan yang dialami tokoh kita, si Sudrun. Namun, tidak demikian halnya apabila masalah yang sebenarnya dialami oleh diri kita. Bisa pusing tujuh keliling.

Nah, kalau begitu apa dong yang harus kita lakukan pada saat kita berada pada situasi yang tidak terkendali? Ini adalah tipsnya:

  1. Tenangkan dulu diri kita karena semakin panik pikiran kita, semakin kacau tindakan kita. Ingat!, “Orang yang emosinya sedang berada di titik tertinggi, logikanya berada di titik yang paling rendah”.
  2. Terima dahulu kenyataan yang ada. Semakin cepat kita menerima kenyataan yang ada semakin cepat kita berdamai dengan diri kita dan semakin cepat stress juga tersebut mereda. Semakin kita memberontak, maka akan semakin besar energi yang kita keluarkan dan semakin lama proses pendamaian dalam hati akan terjadi.
  3. Apabila kita mampu untuk langsung menyelesaikan permasalahan yang ada, selesaikanlah saat itu juga.
  4. Namun, apabila permasalahan yang terjadi tersebut belum mampu diselesaikan, sadarilah. Dengan menyadari masalah yang ada, artinya kita tidak lari dari kenyataan yang ada dan secara berangsur-angsur konflik yang terjadi dalam pikiran kita akan mereda.
  5. Dan terakhir adalah dengan penuh semangat berusaha untuk menambah sumber daya – sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah yang ada sampai masalah tersebut dapat diselesaikan.

Semoga bermanfaat.

~ Live the life you want to live & make sure it is useful!

Pilihan yang Bersumber Daya

Satu hari saya mengamati percakapan dua orang sahabat saya mengenai perjalanan hidup mereka. Berhubung keduanya sudah cukup lama tidak bertemu, langsung mereka bertegur sapa dan membuka pembicaraan sampai akhirnya salah satu dari mereka menanyakan bagaimana perjalanan karir dalam hidup mereka. Sesuatu yang menarik dimulai. Teman yang kurang sukses berkata: “Biasa saja Bro. Masih eight to five (masih bekerja sebagai karyawan). Belum ada banyak peningkatan.” Mendengar hal ini, teman yang sukses menjawab: “Itu pilihankan Bro”. Memang kelihatannya jawaban teman yang sukses itu sederhana dan sekenanya saja. Namun memiliki makna yang dalam dan benar adanya.

Hidup kita sekarang adalah hasil dari pilihan-pilihan yang kita buat di saat lampau. Apabila kita membuat pilihan-pilihan yang tepat di masa lampau maka kita akan menikmati buahnya di saat sekarang. Bagi yang belum menikmati buahnya di saat sekarang jangan berkecil hati karena pilihan-pilihan yang kita buat saat ini akan menentukan hidup kita di masa yang akan datang. So, kesempatan masih ada dan masih terbuka lebar. Jadi, bagi yang belum berhasil don’t worry. Bagi yang sudah berhasil keep going. Ngomong-ngomong tentang keberhasilan, sebenarnya apapun yang kita lakukan sudah berhasil atau dengan kata lain sudah ada hasilnya. Masalahnya adalah apakah hasil tersebut kita inginkan atau tidak.

One option is no option. Ini adalah salah satu presuposisi dalam NLP yang mengatakan bahwa sebenarnya memiliki satu pilihan sama dengan tidak memiliki pilihan. Apabila ada orang yang tidak puas dengan hidupnya, dapat dipastikan bahwa orang tersebut tidak memiliki banyak pilihan yang bersumber daya dalam hidupnya. Sebagai contoh apabila kita mengeluh mengenai pekerjaan kita di kantor yang begitu-begitu saja maka itu berarti kita belum memiliki pilihan lainnya dalam mata pencaharian kita yang dapat kita andalkan untuk menopang hidup kita. Namun, apabila kita memiliki pilihan beberapa streams of incoms atau sumber penghasilan maka kita tidak akan mengeluhkan pekerjaan kita yang ada sekarang karena kita memiliki pilihan yang lain yang dapat kita pilih sesuai dengan keinginan dan kesukaan kita.

More options is better than no option. Memiliki pilihan adalah lebih baik daripada tidak memiliki pilihan. Dengan memiliki banyak pilihan-pilihan yang bersumber daya maka kita tidak akan terjebak dalam kerumitan hidup yang disebabkan oleh karena tidak memiliki pilihan. Pilihan bersumber daya di sini adalah pilihan-pilihan yang bukan sekedar asal pilihan, namun pilihan yang mampu membawa kita mencapai outcome tujuan hidup kita yang kita diinginkan.

Namun, berapa jumlah yang ideal untuk pilihan yang perlu kita miliki? Jujur saya tidak tahu, tidak ada satu angka pasti yang pas untuk setiap orang karena setiap orang adalah unik dan berbeda dalam mengelola jumlah pilihan yang ada. Untuk batas bawah (minimal), saya cenderung mengatakan minimal tiga agar tidak terlalu sedikit. Namun untuk batas atas (maksimal), saya lebih cenderung mengatakan sejumlah chunks atau bagian yang dapat Anda kelola, bisa lima, bisa tujuh, bisa sepuluh atau lebih tergantung kemampuan Anda dalam me-manage pilihan-pilihan yang ada. Saran saya untuk yang baru memulai, tiga adalah angka yang cukup baik agar tidak terlalu overload atau berlebihan sehingga tidak membuat Anda pusing sendiri dengan pilihan-pilihan yang terlalu banyak. Semoga bermanfaat.

~ Live a life you want to live & make sure it is useful.