Teknik NLP: Auditory Swish Pattern

NLPACADEMIA.comSwish Pattern adalah teknik NLP yang sering digunakan untuk menciptakan perubahan perilaku, dari perilaku yang tidak diinginkan menuju perilaku yang diinginkan. Teknik ini efektif mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk yang bersifat berulang, seperti: menggigit kuku, merokok, gugup, demam panggung dan kebiasaan buruk lainnya. Selain Visual Swish Pattern, Teknik Swish Pattern juga dapat dilakukan dalam bentuk Auditory Swish Pattern.

Langkah demi langkah Teknik Auditory Swish Pattern:

Langkah 1
Tentukan submodalitas auditory mana yang paling kuat dalam keadaan yang tidak diinginkan. Cari tahu apakah volume dan jarak adalah yang paling mempengaruhi perilaku yang tidak diinginkan tersebut. Biasanya ini adalah submodalitas auditory pada banyak orang.

Langkah 2
Bentuk keadaan disosiasi bagaimana “keadaan yang diinginkan” itu bersuara/berbunyi seperti yang diinginkan, misal dengan menanyakan: “Dengarkan seperti apa suara/self talk Anda dengan tambahan pilihan bersumber daya”, atau “Dengarkan suara itu seperti ada orang lain yang berbicara pada Anda”, atau “Apa kualitas yang Anda dengar sekarang?”.

Langkah 3
Cari submodalitas auditory mana yang menjadi penggeraknya, misal: submodalitas mana yang kalau ditambah akan meningkatkan intensitas perilaku. Apabila memungkinkan, cari dua submodalitas yang terkuat untuk keadaan “sebelum” dan “sesudah”. Sebagai contoh, untuk suara internal dengan submodalitas keras dan dekat akan berkurang intensitasnya ketika meredup dan menjauh. Sehingga untuk keadaan “sesudah” tambahkan volume suaranya dan dekatkan. Dengan demikian maka intensitasnya akan meningkat.

Langkah 4
Break state. Misal, memikirkan hal yang lain atau melihat pohon di luar jendela. Tujuannya, agar Langkah #3 di atas tidak terbawa pada proses selanjutnya.

Langkah 5
Lakukan swish sehingga suara “sebelum” meredup dan menjauh sedangkan “suara yang diinginkan” mendekat dan menambah volume suaranya.

Langkah 6
Break state.

Langkah 7
Ulangi langkah 5 sebanyak lima kali dan setiap kali lebih cepat daripada sebelumnya

Langkah 8
Lakukan future pace dengan membayangkan suatu saat di masa depan apabila mendengarkan trigger “suara sebelum” apa yang akan terjadi. Swish Pattern yang berhasil adalah pada saat dilakukannya future pace ini sudah tidak ada keinginan lagi untuk melakukan perilaku lama, alih-alih melakukan perilaku baru.

Note:
Kadang kala orang merespon lebih baik pada suara internal yang lembut daripada suara yang keras. Jika demikian maka, sesuaikan swish yang dilakukan sehingga keadaan “sebelum” dan suara “diinginkan” dimulai dari keras menjadi lembut. Selain itu, arah datangnya suara juga memainkan peran yang penting.

One thought on “Teknik NLP: Auditory Swish Pattern

  1. Pingback: Teknik NLP - Swish Pattern | Coach Tatang's Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image